Entry: Internet dan Weblog Tuesday, February 01, 2005



Manusia sejak awal kehidupannya selalu berusaha memperbaiki kemampuannya untuk menerima dan menyebarkan informasi tentang lingkungannya disamping meningkatkan kecepatan, kejelasan dan macam cara pengiriman informasi (Bride dalam Liliweri ,1997:59-60). Usaha yang dilakukan manusia tersebut dapat dilihat dari penemuan-penemuan dalam bidang elektronika komunikasi yang telah banyak mengubah cara-cara manusia berkomunikasi. Penemuan-penemuan teknologi komunikasi telah meningkatkan kapasitas komunikasi antarmanusia sehingga mampu menembusi batas-batas ruang dan waktu serta status sosial yang telah menjadi penghambat selama kurun waktu berabad-abad (Liliweri,1997:62). Selain itu, kemajuan terus menerus dalam berbagai bidang kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sebagainya telah mencapai suatu titik dimana sistem sistem komunikasi tradisional tidak lagi memadai untuk menangani kebutuhan-kebutuhan yang semakin meningkat bagi pertukaran informasi yang cepat (Fidler,2003:123).

Semenjak Johann Gutenberg menemukan mesin cetak modern, disusul penemuan Radio oleh Marconi, Telepon oleh Alexander Graham Bell, Telegraf oleh Thomas Alfa Edison serta banyak lagi tokoh pionir lainnya, kegiatan komunikasi dan interaksi antarmanusia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan demi perkembangan terjadi sedemikian cepat sehingga tranformasi masyarakat dasar dari era masyarakat industrial ke era masyarakat informasi pada pokoknya telah selesai menjelang tahun 1930-an (Fidler,2003:123). Era masyarakat informasi merupakan suatu era dimana proses produksi dan distribusi informasi menjadi kegiatan ekonomi dan sosial yang penting di masyarakat. Dalam era ini, masyarakat menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk berkenaan dengan media-media komunikasi dan teknologi informasi (Straubhaar dan LaRose, 2002: 32). Media merefleksikan status ekonomi masyarakat yang mengembangkannya. Oleh karenanya, media-media komunikasi dikembangkan sedemikian rupa sehingga bisa membantu masyarakat untuk menciptakan, menyimpan dan memproses informasi. Dalam kurun waktu tiga dekade terakhir ini, berbagai penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi meningkat jauh lebih banyak dan lebih cepat dibanding pada waktu-waktu sebelumnya. Berbagai produk tehnologi baru, seperti satelite, komputer pribadi, printer laser, scanner, telefon seluler, laptop, internet, LAN, world wide web (www), HTML, camera digital, USB Flash Disk, dsb telah banyak memberi kontribusi dalam kemajuan bidang komunikasi saat ini. Produk-produk tehnologi tersebut terus membentuk koneksi-koneksi baru satu sama lain, ataupun dengan bentuk-bentuk media terdahulu menjadi suatu sistem yang universal (Enzensberger, 2000: 51). Bahkan konvergensi komputer, telekomunikasi dan sistem media massa konvensional telah membawa beberapa perubahan fundamental pada fungsi-fungsi media.

Baran dan Davis mengatakan bahwa bentuk ekspresi yang paling kuat dan paling menonjol dari semangat berbagai penemuan di era informasi ini adalah media massa (2000:350). Perkembangan tehnologi dan berubahnya budaya masyarakat telah ikut serta mengevolusi peran dan sistem media massa dari bentuk-bentuk konvensionalnya menjadi seperti sekarang. Paradigma dan pemahaman tentang media pun telah banyak bergeser karena dianggap sudah tidak kompeten lagi seiring perubahan media massa pada era masyarakat informasi sekarang ini.

Istilah media massa secara tradisional selalu ditandai dengan komunikasi dari satu pihak ke banyak orang yang disampaikan melalui chanel elektronik maupun mesin, dengan respon balik yang tertunda dari audience, dan mencapai audience secara serentak pada waktu yang bersamaan (Straubhaar dan LaRose, 2002: 14). Namun seiring perkembangan media sekarang ini, sistem media untuk komunikasi massa juga telah mengalami beberapa perubahan mendasar. Perubahan sistem media massa nampak pada semakin banyaknya sumber-sumber media saat ini dan berkurangnya kewenangan sekaligus profesionalitas dari sumber-sumber tersebut. Selain itu pesan yang disampaikan pun lebih dsesuaikan dengan segmen-segmen audience yang semakin terspesifikasi. Media massa saat ini cenderung membangun interaksitifitas dengan audience-nya dan tidak lagi bersifat satu arah dalam menyebarkan informasi. Hal tersebut terdorong karena kondisi masyarakat modern saat ini yang lebih aktif dalam mengkonsumsi informasi dan menyampaikan respon kepada sumber berkenaan dengan isi berita, bahkan seringkali masyarakat turut berpartisipasi dalam menentukan dan membuat isi dari pesan yang akan dipublikasikan (Straubhaar dan LaRose, 2002: 21-25).

Evolusi bentuk maupun fungsi media massa saat ini tidak bisa dilepaskan dari adanya penemuan internet dan difusi inovasi tehnologi tersebut ke masyarakat dunia. Internet adalah suatu jaringan dari banyak jaringan yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia sehingga mereka dapat saling mempertukarkan pesan-pesan satu sama lain dan membagi akses file-file dari database komputer (December, 1996:3). Internet merupakan tehnologi yang menyambungkan milyaran komputer di seluruh dunia sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dan interaksi diantara pengguna jaringan komputer tersebut (Mohseni,1996 : 4). Menurut Randall, teknologi yang menghubungkan komputer dari seluruh dunia ini memberikan kesempatan bagi semua orang dimanapun berada untuk menjelajahi sumber daya informasi selama terkoneksi dalam jaringan internet tersebut (1996:5).

Sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat dunia dalam suatu demonstrasi di International Computer Communication Conference (ICCC) pada bulan oktober 1972 (www.isoc.org/internet/history/ brief.shtml), internet telah membawa perubahan yang revolusioner bagi kehidupan komunikasi manusia. Sepanjang tahun 1980an, internet telah tersebar ke sebagian besar lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat riset di Amerika Serikat dan ke banyak lokasi lain di seluruh dunia (Fidler, 2003:153). Kemudian pada tahun 1991, internet telah digunakan secara umum untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk kepentingan komersil.

Menjelang tahun 1995, diketahui bahwa sekitar 30 juta orang yang berasal dari lebih dari seratus negara telah terkoneksi dan memanfaatkan akses internet tersebut. Jika pada awalnya internet hanya digunakan untuk memudahkan riset, pemrograman, surat dan informasi secara elektronik di kalangan para pendidik, akademisi dan peneliti. Maka kemudian internet menjadi suatu sistem komunikasi global besar yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia untuk berbagai tujuan, baik akademik, bisnis, korespondensi pribadi, pencarian informasi dan komunikasi massa (Fidler, 2003:150-153).

Penemuan tehnologi internet seolah mewujudkan konsep yang dikemukakan oleh McLuhan pada tahun 1960-an lalu tentang global village. Istilah global village tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi dunia yang mana pengaruh teknologi komunikasi telah menghilangkan sekat-sekat geografis dan mengatasi keterpisahan jarak, sehingga dunia seakan menjadi satu perkampungan besar. Keberadaan internet saat ini telah menyatukan heterogenitas umat manusia di seluruh dunia dalam suatu jaringan komunikasi global. Dengan tehnologi internet, jarak ribuan kilometer ataupun perbedaan waktu tidak lagi menjadi halangan untuk berkomunikasi dan menjalin interaksi.

Jutaan orang kini telah menghabiskan begitu banyak waktu mereka dalam dunia maya, atau yang lebih dikenal dengan istilah cyberspace. Istilah cyberspace tersebut pertama kali digunakan oleh William Gibson dalam novel fiksi sains-nya Neoromancer yang diterbitkan tahun 1984. Sejak itu istilah cyber tersebut dikaitkan dengan ruang konseptual dimana orang berinteraksi memakai teknologi komunikasi berperantara komputer —Computer Mediated Communication (CMC)— dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan CMC (Fidler,2003:117). Interaktifitas menjadi salah satu faktor yang menjadi kekuatan teknologi ini.

Pada dasarnya, internet merupakan suatu infrastruktur komunikasi yang tidak menjadi properti suatu pihak tertentu. Tidak ada badan pemerintah atau perusahaan komersil yang memiliki sistem tersebut atau secara langsung memperoleh keuntungan dari pengoperasiannya. Internet tidak memiliki presiden, CEO ataupun kantor pusat (Fidler, 2003:150). Tidak ada regulasi ataupun nilai-nilai kemasyarakatan yang bisa mengendalikan atau mengontral akses media tersebut dengan ketat. Internet kemudian menjadi suatu media yang sifatnya massa, personal, global, bebas, interaktif dan tidak mewakili suatu kepentingan tertentu ( Enzensberger dalam Caldwell, 2000:61).

Kebebasan yang ditawarkan internet sangat berdampak pada globalisasi komunikasi dan persebaran informasi. Internet membebaskan penggunanya dari ketergantungan kepada media massa konvensional dalam pemenuhan kebutuhan terhadap informasi. Beragam informasi tentang hal apapun tersaji di internet dan dapat dengan mudah diakses oleh penggunanya kapanpun dan dimanapun. Dengan fasilitas search engine—website pencari informasi—pengguna internet dapat menemukan banyak sekali alternatif dan pilihan informasi yang diperlukannya hanya dengan mengetikkan kata kunci di form yang disediakan. Begitu mudahnya sampai seringkali pengguna internet tidak percaya dengan hal-hal, ide-ide besar atau informasi penting yang tersimpan di belantara situs-situs internet. Internet juga membebaskan penggunanya untuk menjadi sumber (source) atas beragam informasi. Setiap pihak bisa saja berperan menjadi sumber sekaligus penyampai informasi, baik institusional maupun personal. Tidak ada batasan atau keharusan terhadap tema, topik, jenis dan tipe file yang bisa dipublikasikan lewat internet. Terlebih lagi, dalam penyempurnaan bentuk dan sistemnya, tehnologi internet mampu menampilkan, menyimpan dan mengirimkan informasi berupa teks, gambar grafis, gambar tiga dimensi, animasi, video, musik dan gabungan dari semuanya secara online. Oleh karena itu, saat ini hampir semua institusi pemerintahan, perusahaan, organisasi maupun perorangan di seluruh dunia memiliki website sendiri di internet. Website tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan, baik untuk menyebarkan informasi, menjalin relasi dan interaktifitas, mempublikasikan diri, membentuk komunitas, maupun keperluan lainnya.

Memang seiring perkembangan teknis internet sekarang, memiliki website agar bisa menampilkan diri di internet tidak sesulit dan serumit sepuluh sampai lima tahun yang lalu. Tidak harus menguasai teknis-teknis pemrograman dan desain web untuk bisa mempunyai website sendiri, karena saat ini di internet sudah banyak website-website yang aplikasi maupun maintenance-nya mudah dan praktis. Website-website tersebut lebih dikenal dengan istilah weblog. Trend blogging—memiliki dan memelihara weblog—ini sudah semakin membudaya di kalangan masyarakat cyber di seluruh dunia.

Weblog merupakan website pribadi yang diupdate secara teratur—bahkan bisa setiap hari—yang berisi rekaman pemikiran pemiliknya; hal-hal yang berkenaan dengan keseharian, pekerjaan, sekolah; catatan tentang peristiwa atau kejadian penting; refleksi terhadap suatu subjek atau objek tertentu; essay berkenaan dengan fenomena yang sedang terjadi ; maupun hal-hal yang dianggap penting oleh pemiliknya (http://www.rebeccablood.net/essays/ weblog_history.html). Hal yang paling mudah untuk mengenali weblog dan membedakannya dengan jenis website lainnya adalah adanya urutan posting—material atau tulisan yang diisikan—, yang mana posting terbaru berada paling atas, dan dibawahnya adalah posting-posting yang diisikan sebelumnya dan berurutan sesuai dengan tanggal posting.

Pada umumnya, weblog berisi hal-hal ringan yang mudah dicerna tentang keseharian, banyak juga weblog yang berisi informasi penting dan bermanfaat, misalnya laporan atau berita tentang suatu peristiwa, tip dan trik berkenaan dengan minat masing-masing pemiliknya, artikel-artikel yang dicopy dari media lain, puisi maupun karya sastra lain yang dihasilkan, resep masakan, materi kuliah dan lain sebagainya. Dalam perkembangannya saat ini, weblog banyak digunakan untuk mempublikasikan hal-hal dan informasi yang sangat penting dan untuk kepentingan yang lebih serius, misalnya hasil penelitian atau teori-teori dari ahli-ahli ilmu pengetahuan, kampanye politik presiden, opini maupun kritik terhadap pemerintahan, laporan tentang temuan fakta-fakta penting, dan sebagainya. Setiap orang dapat membuat dan memiliki weblog. Mereka yang mempunyai dan menggunakan weblog biasanya disebut “blogger”. Rebecca dalam websitenya www.rebeccablood.net menyebutkan, blogger adalah orang-orang yang antusias pada web. Semula yang banyak memanfaatkan blog adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang tehnologi informatika, seperti desainer atau programmer website, orang-orang yang bekerja di telekomunikasi dan sebagainya. Namun sejak tiga tahun belakangan ini, blog digunakan secara luas oleh semua kalangan dan tujuan penggunaannya pun lebih variatif. Weblog bahkan juga banyak dimanfaatkan oleh para kandidat presiden, politikus di banyak negara, ilmuwan-ilmuwan, sastrawan, tentara, dan sebagainya sebagai media untuk menyampaikan informasi personal maupun nonpersonal kepada publik secara lebih informal. Mayoritas Blogger adalah anak-anak muda, mahasiswa dan orang-orang yang banyak berkenaan dan menghabiskan waktu didunia cyber. Menurut enda, blogger saat ini kebanyakan terdiri dari para penulis diary muda yang dinamis, offbeat dan punya opini untuk segala hal. Dalam kata lain mereka adalah generasi yang tidak takut berpendapat dan mengungkapkan pendapat (www.enda.goblogmedia.com). Kim menyatakan bahwa diperlukan beberapa syarat dasar untuk menjadi seorang blogger, yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri, keinginan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dan adanya minat pribadi pada keterusterangan.

Saat ini jumlah pengguna weblog di internet semakin bertambah. Hal ini terlihat dari catatan blogger.com mengenai jumlah pelanggannya yang mencapai kurang lebih 40.000 orang, dengan jumlah peningkatan mencapai 20% per bulan (www.guardian.co.uk). Sebuah jumlah yang cukup signifikan untuk menilai tingkat antuasiasme para pengguna internet untuk memiliki weblog. Antusiasme untuk memiliki weblog tersebut meningkat karena weblog dianggap sebagai media yang paling memungkinkan blogger untuk menuangkan semua hal yang mereka pikirkan ke dalam weblognya secara bebas. Terlebih lagi, weblog memang dibuat untuk dibaca oleh orang lain. Para blogger dengan sengaja mendesain dan mengisi weblognya untuk dibaca dan dinikmati oleh orang lain. Weblog seringkali menjadi sarana bagi blogger untuk membagi dunia dan kehidupannya dengan setiap orang yang berkunjung

Para blogger melalui weblognya seringkali mengekspresikan persahabatan maupun permusuhan terhadap pihak-pihak tertentu. Hal tersebut pernah nampak sangat jelas ketika perang di irak meletus tahun 2003 lalu. Blogger-blogger irak banyak sekali mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi selama perang berlangsung, baik yang mereka alami atau saksikan secara langsung atau tidak. Blogger-blogger irak tersebut banyak sekali menyampaikan informasi-informasi yang tidak dimuat di media massa pada umumnya. Beberapa dari mereka menyampaikan kemarahan disertai makian terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah amerika. Hal tersebut mengundang kecaman balik dari blogger-blogger amerika yang melakukan pembelaan atas kebijakan yang diambil negaranya sehingga terjadi perdebatan yang sengit di antara weblog-weblog tersebut, bahkan kemudian merembet ke jutaan weblog milik blogger di seluruh dunia sehingga menimbulkan opini dan kontroversi yang luas. Begitu pula terjadi dengan banyak masalah-masalah sosial, budaya dan lainnya yang berdampak global.

Perdebatan maupun komentar balik terhadap tulisan-tulisan yang ada dalam weblog memang biasa dilakukan. Hal tersebut terjadi karena memang sebuah weblog dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan blogger untuk menjalin interaktifitas dengan pengunjungnya, baik hanya untuk sekedar menyapa, berkenalan, memberi tanggapan atau respon terhadap tulisan yang dipublikasikan di weblog dan sebagainya. Interaktifitas merupakan salah satu faktor yang menunjang kepopuleran weblog saat ini. Para blogger biasanya melengkapi weblognya dengan berbagai fasilitas tambahan untuk menjalin interaktifitas dengan pengunjungnya. Fasilitas-fasilitas tersebut juga dapat diaplikasikan dengan praktis dan tidak terlalu rumit.

Kebebasan, kespesifikasian, keinteraktifan dan kemudahan weblog membuatnya menjadi media massa masa kini yang semakin digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Cameron barret menyatakan weblog adalah budaya digital yang eksistensinya semakin diperhitungkan karena mempunyai peran yang cukup signifikan sebagai perintis bentuk media jurnalisme baru. Bisa jadi, dalam perkembangannya nanti, weblog akan menjadi media massa yang akan menggantikan media-media massa yang mainstream saat ini

   9 comments

Term Papers
December 14, 2009   05:03 PM PST
 
Very nice write up. Easy to understand and straight to the point.
Njewel
December 7, 2008   01:27 PM PST
 
ciamix TENGKYU
cHemUd
November 4, 2007   02:51 AM PST
 
uid..Thx yaPs,..kayaNya n9ebantu 9w bgd..same La yaH kaya yg uDa"..Tu9as peRtekom buaD biKIn essay..coBa aDa daftar pustakanya,,pasti Lbh sEru,..hihii..
bUd Thx b4 y.. ^^
icall_undip
April 7, 2007   03:09 PM PDT
 
makasih boss, ni tulisan lw udah ngebantu ngerjain tugas gue
fa
March 28, 2007   01:39 PM PDT
 
makasih yach,,,,scr g lngsng da bntu ngerjain tugas hehehehehehe ;p
kabayan
March 14, 2006   09:36 PM PST
 
peneliti blog lupa password blognya, hmm (geleng-geleng). btw keren penelitiannya. diangkut ya...
ina
October 22, 2005   09:10 PM PDT
 
anugerah banget nih comment!!!
ngebantu aku waktu mau bikin paper yang udah mentok!!!
paul
July 4, 2005   03:40 PM PDT
 
memahami pemaparan anda ini muncul pertaanyaan daalam hati saya,, Menurut anda apakah yang telah di paparkan diatas sesuai dengan perkembangan era globalisasi dewasa ini?
Rio
February 6, 2005   12:26 PM PST
 
kebetulan ketemu, kelihatannya sangat relevan dengan tema penelitian kamu:

The WebCommunicators
"With a worldwide growing interest in journalism and journalists came an upswing in cross-national survey research among journalists from the print and broadcast media in the last five years. Since 1994 a new type of communicator is on the World Wide Web: the online journalist. Research into online journalism and journalists has been understandably scarce - the medium is young. Those studies that do exist suffer from a kind of anachronistic approach: explaining the new by using the old. This paper offers a brief overview of the existing literature and makes some suggestions to develop a comprehensive research instrument for the online news environment that can both stand the test of time as well as offer researchers anywhere a model for cross-national research."
http://www.firstmonday.org/issues/issue3_12/deuze/index.html

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments