|
My name is Nurist Surayya.. Mail or meet me in YM : nurriest@yahoo.com I am studying communication in Post graduate Program of UI. I am very interested in personal and mass communication, communication technology, advertising and marketing public relations.. I also like to talk about graphic design. Sometimes i make design in my spare times..
|
|
Cast Away.. Hello everyone.. Maaf yah, rumah baru belum jadi coz kemaren kepending hamil + melahirkan. Gak bisa nyambi apa-apa selama beberapa bulan. But now i am back.. semoga tulisan-tulisan itu bisa segera dipublikasikan. Buat yang pada kirim email n konsultasi, maaf banget yah.. belum sempet kebales. Mungkin segera setelah hari-hari ini, thanks atas perhatiannya..
Terima kasih atas perhatiannya.. Buat semuanya, terima kasih atas perhatian Anda semua pada tulisan saya. buat temen-temen yang mau meng-copy tulisan ini silahkan saja... Cuman harus dilihat lagi, kayaknya ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi, terutama berkaitan dengan metodologinya.. mungkin blog ini akan segera pindah.. ke rumah pribdi saya dan suami: www.simplyshare.net yang saat ini masih under construction. di rumah baru nanti, saya akan upload, hasil2 penelitian dan tulisan dsaya yang lain. namun tentu saja masih dalam bidang komunikasi. beberapa berkaitan dengan blog. namun ada juga tentang milis, forum online/blog2 komunitas, dan tehnologi komunikasi lainnya. Selain itu, saya juga membuat penelitian tetang iklan, gaya hidup, desain grafis, dsb. semoga bisa segera diupload dan bisa membantu teman-teman yang juga tertarik di bidang komunikasi. semisal ada penelitian atau tulisan yang bisa saya bantu, jangan sungkan email saya di nurriest@yahoo.com. sebisa mungkin saya akan berusaha membantu.
RINGKASAN HASIL PENELITIAN WEBLOG Harusnya hasil penelitian ini dipublish beberapa bulan lalu, namun berhubung lupa password, jadi semua ketunda deh.. Now check it out!! Pendahuluan Pendayagunaan tehnologi internet dalam komunikasi massa saat ini telah membawa banyak perubahan fundamental pada fungsi dan sistem media massa konvensional. Media massa saat ini mengalami desentralisasi fungsi yang mana institusi media bukan menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan terhadap informasi. Tehnologi internet yang mengandalkan sistem jaringan tidak tersentral telah memungkinkan semua orang dengan secara interaktif mencari, mendapat, menyimpan, memproses, membuat dan juga sekaligus mempublikasikan informasi. Internet seolah menjadi kekuatan media massa modern, yang mana kebebasan, interaktifitas, fleksibilitas dan desentral menjadi pilar-pilar utamanya. Kegiatan jurnalisme yang dulu menjadi monopoli pers dan institusi-institusi media pun sekarang dapat diaplikasikan secara lebih fleksibel. Jurnalisme sebagai suatu kegiatan mencari, memproses, membuat dan mempublikasikan informasi bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak harus oleh orang-orang yang bekerja maupun berkenaan dengan institusi pers secara langsung. Internet memungkinkan terjadinya distribusi kesempatan bagi semua orang untuk menjadi newsmaker sekaligus editor dan publisher-nya. Salah satu bentuk media yang saat ini digunakan oleh banyak pengguna internet untuk melakukan kegiatan jurnalisme secara personal adalah weblog. Weblog adalah suatu situs yang biasanya dikelola oleh satu orang secara individual, seringkali terfokus pada suatu subjek atau topik tertentu, baik berita, catatan harian, kumpulan link, daftar komentar atau hasil pikiran (www.guardian.co.uk/ online/strory/0.3605.html), yang update secara teratur dengan susunan posting terbaru berada paling atas diikuti posting-posting sebelumnya sesuai dengan urutan kronologi waktu, dan mempunyai frekuensi kunjungan oleh orang lain yang tinggi (www.camworld. com/journal/rants/99/01/26.html). Karakteristik utama dari weblog yang membedakannya dengan bentuk website lain adalah selalu adanya penanda tanggal dan waktu pada setiap posting yang dilakukan. Weblog diupdate secara kontinyu dimana blogger sebagai pemiliknya bebas untuk menuliskan segala apa yang dipikirkan, dirasakan dan dialaminya dalam kehidupan sehari-hari, baik berkenaan dengan tema-tema yang dekat dengan keseharian mereka maupun tema-tema yang lebih berat dan serius. Fenomena weblog saat ini mulai mendapatkan perhatian secara luas dari berbagai pihak, baik ahli-ahli di bidang IT, pengusaha media, pengamat komunikasi ataupun juga pengamat sosial. Keberadaan weblog saat ini semakin berarti penting sebagai suatu media massa baru yang mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan bentuk media massa lainnya—seperti televisi, radio, surat kabar, majalah maupun film—baik dari segi sistem pengoperasian maupun performance-nya. Menurut laporan terbaru “Pew Internet & American Life Project” [http://www.pewinternet.org/PPF/r/144/report_display.asp], pada akhir 2004 lalu, blog telah digolongkan sebagai bagian dari budaya online. Hasil survey yang dilakukan lembaga tersebut menunjukkan, pembaca blog melonjak hingga 58% pada 2004 dimana kini 27% dari pengguna internet adalah pembaca blog. Sementara itu, 12% dari pengguna internet telah menuliskan posting berupa komentar di blog milik orang atau pihak lain. Pentingnya fenomena weblog untuk tahun 2004 antara lain ditunjukkan dengan terpilihnya kata “blog” sebagai “Words of the year 2004” oleh penerbit kamus kenamaan “Merriam-Webster” (http://www.m-w.com. ABC News di Amerika juga menobatkan Bloggers sebagai “People of the Year 2004” (http://abcnews.go.com), jaringan TV ABC di Amerika menetapkan blogger sebagai people of the year. Begitu juga dengan majalah TIME yang juga menetapkan blogger sebagai person of the year 2004 (www.time.com). Dengan demikian, penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana eksistensi weblog dalam konteks desentralisasi informasi dan juga sejauh mana weblog dapat merefleksikan paradigma baru tentang aktifitas jurnalisme media massa modern di era internet ini. Secara spesisfik, tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan weblog sebagai media cyber yang multifungsi; Mendeskripsikan pola baru jurnalisme media massa, sekaligus merumuskan keberadaan weblog sebagai suatu bentuk media jurnalisme baru; dan untuk mengetahui eksistensi weblog dalam desentralisasi informasi. Kerangka berpikir yang mendasari penelitian fenomena weblog ini adalah: bahwa pada prinsipnya, komunikasi massa selalu berkenaan dengan gatekeepers, regulator, media dan filters sebelum pesan sampai kepada audience. Dalam proses tersebut, pesan bisa mengalami reduksi, defiasi maupun manipulasi oleh berbagai pihak dan kepentingan dengan tujuan mendapatkan efek yang diinginkan pada audience. Oleh karena itu, Media massa mempunyai peran yang sangat signifikan dalam komunikasi massa. Penggunaan weblog sebagai media massa bahkan telah menimbulkan deviasi terhadap konsep dan proses komunikasi massa itu sendiri. Pertama, komunikator dalam konteks weblog bukan suatu institusi, namun individual. Komunikator weblog bisa perseorangan secara personal, suatu komunitas atau sekelompok orang, suatu perusahaan, organisasi dan sebagainya. Tidak ada batasan tertentu dan tidak juga mensyaratkan kemampuan atau ketrampilan khusus—ketrampilan jurnalistik—untuk mengelola suatu weblog. Weblog sangat fleksibel untuk bisa dipersonalisasi sesuai dengan keinginan blogger. Oleh karena itu tidak terikat dengan gatekeepers, regulator ataupun bentuk-bentuk filter lainnya. Dengan menggunakan weblog, komunikator dapat langsung mengemukakan pikirannya kepada audience tanpa terikat regulasi maupun kontrol dan tanpa melalui gatekeepeer atau filter. Oleh karena itu, keorisinalan informasi yang disampaikan kepada audience bisa terjaga. Selain itu, keberagaman sumber dan kemudahan publikasi beragam format informasi dapat menghindari terjadi sentralisasi dan penyeragaman isi informasi dalam weblog-weblog tersebut. Weblog juga merupakan media yang mempunyai audience yang heterogen. Meskipun kuantitas jumlah audience bersifat variatif tergantung pada karakter dan kualitas informasi dalam weblog tersebut, namun weblog memungkinkan terjadinya kontak secara personal dan interaktifitas dengan audience-nya. Sehingga kemudian weblog muncul sebagai media massa yang akrab dan familiar. Informasi yang disampaikan oleh blogger langsung dapat diterima pembaca tanpa adanya perantara. Dalam hal ini, blogger secara individual menyampaikan pesan yang original kepada pembaca posting di weblognya tanpa perantara pihak lain manapun. Dengan menggunakan weblog, komunikator dapat menyampaikan informasi apapun yang diinginkannya tanpa harus mengkhawatirkan respon pembaca terhadap informasi yang disampaikannya. Informasi yang dipublikasikan pun tidak harus selalu berkenaan dengan hal-hal, kejadian atau peristiwa yang sedang trend. Blogger mempunyai otonomi yang luas atas weblognya. Bahkan blogger bisa mempublikasikan informasi-informasi yang sengaja dibiaskan, ditutupi atau disembunyikan oleh media mainstream. Oleh karena itu, weblog dapat memberikan perspektif lain bagi para pembaca yang mengunjungin weblog-weblog tersebut. Berdasarkan teori peran-peran mediasi, media massa berperan sebagai: suatu jendela (window) terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berbagai pengalaman hidup sehingga masyarakat bisa memperluas pandangannya tanpa campur tangan pihak lain ; suatu cermin atas peristiwa yang terjadi di masyarakat dan di dunia sehingga dapat memberikan refleksi yang dapat dipercaya; suatu saringan dan penjaga gerbang—gatekeeper yang memilihkan bagian-bagian dari pengalaman tertentu untuk mendapatkan perhatian lebih atau kurang; Suatu guider atau interpreter yang memberi petunjuk dan arahan atas apa yang membingungkan masyarakat; suatu forum atau platform untuk menyampaikan ide-ide atau pikiran kepada masyarakat; suatu interlocutor yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga merespon pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. Sehubungan dengan peran media massa tersebut, weblog sebagai media massa lebih bisa digunakan secara maksimal. Sebagai window, cermin dan platform, weblog dapat memberikan informasi, ide, dan inspirasi tentang banyak hal. Sedangkan sebagai gatekeeper, spesifikasi dan filter terhadap informasi yang disampaikan dalam weblog dilakukan berdasarkan minat dan ketertarikan blogger pemilik weblog tersebut. Karena itu, suatu weblog biasanya bersifat khusus tentang hal-hal tertentu saja. Namun dengan keberagaman karakter blogger sebagai sumbernya, akan ada banyak sekali weblog-weblog yang khusus berkenan dengan berbagai bidang. Sebagai suatu guider, weblog memberikan lebih banyak opsi yang lebih banyak dan memungkinkan interpretasi yang lebih relatif terhadap suatu peristiwa. Masing-masing blogger mempunyai keahlian, perspektif dan pola pikir yang berbeda sehingga pemahaman terhadap suatu masalah pun beragam. Tidak ada sesuatu yang bernilai mutlak. Ada banyak standar dan legitimasi yang bisa digunakan terhadap suatu hal atau peristiwa. Segala sesuatunya menjadi lebih relatif. Berdasarkan teori kebebasan media yang dikemukakan McQuail, kebebasan berkomunikasi mempunyai dua aspek, yaitu: memberikan kesempatan pada beragam suara, ide, gagasan maupun pendapat dan merespon bermacam-macam tuntutan kebutuhan. Aspek tersebut juga muncul pada konsep dalam kebebasan media, yang mana independensi—kebebasan media diasosiasikan dengan kesetaraan atau kesejajaran dalam kreatifitas, originalitas dan perbedaan. Prinsip kebebasan media tersebut sangat terefleksikan dalam eksistensi weblog. Independensinya dari segala bentuk kepentingan, motif dan kekuatan kelompok penguasa dan kelompok mayoritas membuat weblog menjadi media yang bisa menjadi saluran beragam suara, ide, gagasan maupun pendapat yang merespon bermacam-macam tuntutan kebutuhan. Keterbukaan akses yang seluas-luasnya bagi semua orang dari berbagai kalangan, latar belakang dan bidang peminatan, membuat weblog menampung segala bentuk perbedaan, keunikan, kreatifitas dan originalitas dalam wadah-wadah yang terbuka. Tipe Penelitian Tipe Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena penggunaan weblog dan eksistensinya dalam desentralisasi media informasi; dan sekaligus memaparkan paradigma baru aktivitas jurnalisme melalui media massa sehubungan dengan penggunaan weblog tersebut. Dalam proses interpretasi terhadap fenomena penelitian tersebut, penulis berusaha menarik benang merah dari penggunaan weblog sebagai media untuk menuangkan pikiran, ide-ide maupun gagasan para blogger di internet, dengan konsep media massa modern, yang mana kekuatan media untuk menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada publik secara massa telah terdistribusi secara desentral dan tidak lagi hanya menjadi monopoli institusi-institusi media sebagaimana yang terjadi selama ini. Penelitian ini menganalisis weblog – weblog yang aktif diupdate secara teratur oleh para blogger pemiliknya selama tiga bulan terakhir ini, yaitu dengan memfokuskan pada isi-isi posting dari weblog-weblog tersebut dan juga hal-hal lain yang ada pada weblog yang sekiranya dibutuhkan atau dapat menunjang penelitian ini. Data yang diperoleh penulis dari observasi langsung pada fenomena blogging dan proses scanning pada beberapa weblog yang ditemui di internet berupa: Isi posting dalam weblog-weblog yang diteliti; bentuk dan karakter weblog; dan data personal blogger pemilik weblog. Pengkajian data dalam penelitian ini menggunakan analisis hermeneutika—hermeneutics, yaitu memahami teks dan menemukan analogi terhadap data-data tekstual secara keseluruhan untuk merumuskan makna fenomena penelitian. Studi hermeneutika dilakukan dengan tiga taraf pemahaman, yaitu: pemahaman langsung terhadap alam material, pemahaman atas kebudayaan, dan pemahaman mengenai manusia lain (Hardiman, 2003:39). Dalam penelitian ini, analisis terhadap teks dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga taraf pemahaman: pertama, pemahaman langsung terhadap material penelitian, yaitu menganalisis teks penelitian (baik isi posting maupun berbagai karakteristik grafis dalam weblog) yang telah dikumpulkan; kedua yaitu pemahaman terhadap fenomena desentralisasi informasi dengan merebaknya trend penggunaan weblog dibandingkan dengan terjadinya sentralisasi informasi oleh institusi media massa konvensional; ketiga dengan memahami karakter personal blogger untuk menangkap motivasi dan nilai-nilai yang mendasari penggunaan weblog tersebut. Dengan memahami data tekstual—berupa isi posting, bentuk maupun karakteristik weblog dan karakter personal blogger—penulis dapat mengungkapkan makna-makna dibalik teks-teks tersebut, sehingga dapat menemukan keterkaitan antara weblog dengan fenomena desentralisasi media informasi. Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan terhadap fenomena weblog di internet telah menghasilkan beberapa pemahaman, yaitu: bahwa eksistensi weblog telah mendorong terwujudnya desentralisasi informasi secara signifikan yang mana setiap individu (blogger) bisa menyampaikan informasi apapun dalam berbagai format dan perspektif. Dengan demikian, terjadinya sentralisasi informasi yang seringkali hanya mengcover hal-hal yang menjadi perhatian pihak media atau hal-hal yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja (terutama penguasa bidang politik atau ekonomi) dalam pemberitaan media konvensional bisa dilimitasi atau bahkan bisa dieliminir. Weblog merupakan mediator yang memungkinkan semua orang, baik secara individual maupun institusional, mendapatkan akses terhadap media. Dengan adanya kebebasan akses tersebut, setiap orang berkesempatan untuk menyampaikan informasi, inspirasi, pengetahuannya kepada publik tanpa adanya perantara atau filter-filter tertentu. Sifatnya yang massa sekaligus personal, menjadikan weblog media yang independen dan dapat secara bebas digunakan untuk mempublikasikan pikiran, ide, gagasan maupun beragam informasi. Weblog merefleksikan kebebasan internet dari segala belenggu dan kontrol eksternal. Melalui weblognya, seorang blogger bisa mempublikasikan informasi-informasi tentang apapun, tanpa adanya kontrol maupun editor dari pihak lain. Oleh sebab itu weblog disebut-sebut sebagai suatu bentuk media jurnalisme baru karena independensinya dalam mempublikasikan informasi. Beragamnya latar belakang, minat, ketertarikan dan kesukaan blogger membuat bentuk dan isi informasi dalam weblog pun juga bermacam-macam. Hal itu terjadi karena biasanya sebuah weblog sangat merefleksikan blogger pemiliknya sehingga seringkali sebuah weblog berisi informasi-informasi yang bersifat sangat spesifik, detail dan up to date berkenaan dengan suatu hal atau bidang tertentu sesuai dengan karakteristik pemiliknya. Keinteraktifan juga menjadi nilai tambah yang membuat weblog menjadi media yang tidak monoton dan tidak bersifat searah. Pengunjung suatu weblog biasanya mendapatkan fasilitas untuk menyampaikan respon, tanggapan, sanggahan dan komentar terhadap tulisan-tulisan isi posting dalam weblog tersebut, atau bisa juga menambahkan sambungan—link—ke website atau weblog lain yang berhubungan dengan tulisan tersebut. Jurnalisme Weblog merupakan Pola Baru Jurnalisme Media Massa
Penggunaan weblog telah memberikan perspektif baru dalam kegiatan jurnalisme media massa. Independensinya dari faktor eksternal, kesetaraan aksesnya yang memungkinkan semua orang mendapatkan saluran penyampaian pikiran dan aspirasinya; kebebasan isinya yang bisa digunakan untuk mempublikasikan beragam informasi dengan berbagai motif dan kepentingan personal di baliknya; dan sentuhan personal yang diberikan blogger dalam setiap pemberitaan, membuat weblog menjadi media yang dapat merealisasikan konsep jurnalisme akar rumput (grassroot journalism) dan memfasilitasi terwujudnya desentralisasi informasi. Weblog merupakan Media Cyber yang Multifungsi Kebebasan weblog membuat media tersebut bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang apapun. Secara umum, fungsi dan penggunaan weblog-weblog yang ada di Indonesia, dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori, yaitu: Weblog sebagai sumber informasi Weblog-weblog kategori ini sengaja dikelola oleh blogger, secara individual atau kelompok, dan digunakan untuk menginformasikan berita tertentu, baik yang secara spesifik berkaitan dengan suatu hal maupun topik berita secara umum. Weblog-weblog yang masuk dalam kategori ini antara lain: http://indonesiahelp.blogspot.com/, http://www.airputih.or.id, http://berita.blog spot.com/, dsb. Weblog sebagai representasi produk pemikiran, hasil analisis dan observasi. Dalam kategori ini, weblog digunakan untuk mempublikasikan pandangan, pendapat, analisis atau observasi blogger terhadap isu-isu tehnologi, ekonomi, sosial, budaya maupun hal-hal yang diminati atau diamati di lingkungan sekitar blogger. Kategori ini juga termasuk weblog-weblog yang berisi report tentang suatu studi, laporan atau essay akademis dan forum konsultasi yang spesifik tentang suatu hal. Weblog-weblog yang masuk dalam kategori ini adalah: http://bennychandra.com/, http://boulevarditb. blogspot.com/, http://cakfu.info/, http://enda.goblogmedia.com Weblog sebagai media ekspresi diri Isi posting weblog-weblog dalam kategori ini berkenaan dengan hal-hal atau bidang yang mengekspresikan diri blogger. Secara spesifik berkenaan dengan hasil karya berupa cerpen, puisi, desain grafis, karikatur, dsb; kegiatan atau bidang yang digemari blogger. Weblog-weblog yang masuk dalam kategori ini adalah: http://yv0nne.blogspot.com, http://ikaray.com, http://tentanglangitbiru.blogspot. com, http://jalansunyi.blogspot.com, http://www.alamsyah.net/mt/ Weblog sebagai diari online Sebagai diari online, isi posting weblog berupa catatan keseharian blogger, yaitu berkenaan dengan hal-hal yang dikerjakan, dipikirkan atau dirasakan. Weblog jenis ini mendominasi weblog-weblog yang ada di Indonesia. Blogger Indonesia rata-rata menggunakan blognya untuk menuangkan kehidupan personalnya dalam weblog. Weblog-weblog yang masuk dalam kategori ini adalah: http://daunlontar.blogspot.com/, http://ddrani.blog spot.com/, http://www.gandams.blogspot.com/, http://www.alam syah.net/invision/ Weblog sebagai media untuk menjalin relasi Weblog kategori ini adalah weblog-weblog yang memang dikhusukan untuk menjalin relasi. Kategori ini meliputi dua jenis, yaitu weblog komunitas atau weblog personal yang isi postingnya didedikasikan untuk seseorang atau keluarga. Weblog-weblog yang masuk dalam kategori ini adalah: http://www.keluarga nugraha.net/blog/, http://www.blogfam.com, http://www.bbv.or.id, http://www.blogbugs.com.
Weblog dalam Desentralisasi Informasi Desentralisasi dalam konteks weblog terwujud dalam :
Kebebasan Media dan Weblog McQuail (2000:166-169) menyatakan, kebebasan merupakan suatu kondisi yang terjadi, lebih dari sekedar kriteria penampilan atau ketentuan-ketentuan. Kebebasan dalam hal ini lebih mengacu pada hak-hak untuk kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan kebebasan tersebut, harus ada akses kepada saluran-saluran—channels dan juga kesempatan untuk menerima berbagai macam informasi. Kebebasan berkomunikasi mempunyai dua aspek, yaitu: memberikan kesempatan pada beragam suara, ide, gagasan maupun pendapat dan merespon bermacam-macam tuntutan kebutuhan. Aspek tersebut juga muncul pada konsep dalam kebebasan media, yang mana independensi—kebebasan media diasosiasikan dengan kesetaraan atau kesejajaran dalam kreatifitas, originalitas dan perbedaan. Diperlukan beberapa elemen yang dapat menunjang terwujudnya kebebasan media. Elemen-elemen tersebut saling terkait satu sama lain, yaitu: · Kondisi struktural, terutama kebebasan yang resmi untuk dapat mentransmisikan atau mempublikasikan informasi. · Kondisi operasional, yaitu adanya kebebasan yang nyata dari ketergantungan terhadap tekanan ekonomi dan politik, serta otonomi yang relatif bagi jurnalis dan komunikator-komunikator lain dalam organisasi media. · Adanya kesempatan bagi suara-suara atau pikiran di masyarakat untuk memperoleh akses terhadap saluran-saluran—channels media. · Adanya keuntungan-keuntungan atas content media yang berkualitas sebagai hasil dari kebebasan media bagi penerima—berdasarkan kriteria relevansi, keberagaman, reliabilitas, kekhususan minat, keaslian dan kepuasan pribadi. Hubungan elemen-elemen tersebut dalam menunjang terjadinya kebebasan media dijelaskan melalui skema berikut (McQuail, 2000:167):
Dalam mewujudkan kebebasan media, terdapat beberapa syarat: · Tidak adanya sensor, lisensi atau bentuk-bentuk kontrol lain dari pemerintah sehingga tidak ada penghalangan hak-hak untuk mempublikasikan dan menyebarkan berita maupun opini ke publik; dan juga tidak ada kewajiban untuk menyampaikan segala bentuk informasi yang tidak diinginkan oleh komunikator. · Adanya kesamaan hak dan kemungkinan bagi seluruh masyarakat untuk dapat secara bebas menerima dan menanggapi berita, pandangan-pandangan, pendidikan dan kebudayan. · Adanya kebebasan bagi komunikator media-media pemberitaan untuk mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan. · Tidak adanya pengaruh dan campur tangan yang tersembunyi atau tidak transparan dari pemilik-pemilik media atau pengiklan-pengiklan terhadap pilihan berita dan opini-opini yang dikemukakan. · Adanya kebijakan-kebijakan editorial yang aktif dan kritis dalam mempresentasikan berita-berita dan opini-opini; juga adanya kebijakan publikasi yang kreatif, inovatif dan independen dalam masalah-masalah kesenian dan kebudayaan(2000:167-168). Kebebasan media juga dapat berdampak positif bagi kebutuhan sehari-hari institusi-institusi sosial, terutama adanya suatu aliran informasi-informasi yang dapat dipercaya dari beragam sudut pandang. Pers indenpenden juga merupakan prekondisi dan latihan peran-peran pengawasan sebagai bentuk kewaspadaan publik sehubungan dengan pemilik kekuatan-kekuatan besar dan pengendali kebijakan, terutama pemerintah dan pemilik bisnis besar. Namun bentuk keuntungan-keuntungan terbesar yang diterima oleh publik atas adanya kebebasan media adalah: Memungkinkan terjadinya pengamatan yang seksama oleh publik secara sistematis dan independen terhadap pihak-pihak pemilik kekuatan dan kontrol dan tercukupinya suplai informasi yang terpercaya berkenaan dengan aktifitas mereka—hal ini berkenaan dengan fungsi pengawasan dan kritisasi pihak pers. · Memberikan stimulasi terhadap terwujudnya sistem demokrasi dan kehidupan sosial yang aktif dan terbuka. · Terbukanya kesempatan untuk mengekspresikan ide-ide, kepercayaan dan pandangan-pandangan mengenai dunia. · Terlaksananya pembaharuan dan perubahan kebudayaan dan masyarakat secara berkelanjutan. · Meningkatnya jumlah dan variasi kebebasan dalam berbagai aspek yang bisa dilaksanakan(2000:168). Prinsip kebebasan media tersebut sangat terefleksikan dalam eksistensi weblog. Independensinya dari segala bentuk kepentingan, motif dan kekuatan kelompok penguasa dan kelompok mayoritas membuat weblog menjadi media yang bisa menjadi saluran beragam suara, ide, gagasan maupun pendapat yang merespon bermacam-macam tuntutan kebutuhan. Keterbukaan akses yang seluas-luasnya bagi semua orang dari berbagai kalangan, latar belakang dan bidang peminatan, membuat weblog menampung segala bentuk perbedaan, keunikan, kreatifitas dan originalitas dalam wadah-wadah yang terbuka. Weblog memenuhi elemen-elemen yang menunjang kebebasan suatu media, baik dari kondisi strukturalnya yang sangat identik dengan struktur jaringan desentral internet yang terbuka; struktur operasionalnya yang memberikan otonomi seluas-luasnya bagi pengguna, bersifat sukarela, sangat personal dan independen dari tekanan politik dan ekonomi; kesempatan yang terbuka lebar bagi kepemilikan media tersebut oleh semua orang, bahkan secara praktis dan gratis; dan isi informasi yang disampaikan melalui weblog oleh beragam sumber, dapat memenuhi kriteria relevansi, spesifikasi minat, dan kepuasan pribadi bagi blogger pemilik weblog tersebut. Karena operasionalnya yang personal, weblog merupakan media yang tidak diedit dan tidak disaring oleh pihak manapun sehingga originalitas bisa terjaga. Tidak ada regulasi, sensor atau bentuk-bentuk perintah apapun yang mengontrol isi dari suatu weblog. Sehingga keterpercayaan informasi yang disampaikan pun tinggi karena tidak dibiaskan dalam upaya memperoleh efek tertentu pada pembaca atau pengunjung. Weblog memungkinkan publikasi yang kritis, kreatif, inovatif dan independen dalam berbagai masalah kehidupan. Berbagai sisi dan sudut pandang pengamatan terhadap suatu masalah atau peristiwa yang terjadi dapat memberikan opsi terhadap keobyektifan penilaian. Oleh karena itu, weblog bisa menjadi media yang diandalkan untuk melakukan peran-peran pengawasan terhadap kekuatan-kekuatan besar di masyarakat. Selain itu weblog juga mewujudkan sistem demokrasi dan kehidupan sosial yang aktif dan terbuka dalam suatu kondisi kebebasan terhadap akses media. Kebebasan media juga berhubungan dengan kesetaraan media. Konsep kesetaraan tersebut jika diaplikasikan dalam media massa, secara spesifik berkenaan dengan beberapa hal. Sebagai suatu prinsip, kesetaraan mendasari beberapa ekspektasi normatif yang telah ditujukan ke media massa. Sehubungan dengan kekuatan komunikasi dan politik, kesetaraan mengharuskan tidak adanya perhatian atau kelebihan tertentu yang diberikan pada pemegang-pemegang kekuasaan, dan akses terhadap media diberikan kepada pihak oposisi penguasa dan pendapat-pendapat yang bertentangan atau kontroversial dengan suara mayoritas. Sedangkan dalam hal klien bisnis dari institusi media, kesetaraan memerlukan dasar kesamaan perlakuan (kesamaan tarif dan kondisi) bagi para pengiklan sehingga prinsip-prinsip umum pasar dapat dioperasikan secara bebas dan adil. Kesetaraan dapat mendukung terwujudnya berbagai ekspektasi publik tentang keadilan akses—dalam kaitannya dengan kesejajaran—bagi suara-suara alternatif. Hal tersebut karena kesetaraan menuntut kenihilan diskriminasi atau bias pada jumlah dan bentuk akses yang dapat digunakan baik oleh pengirim ataupun penerima informasi sehingga didapatkan keragaman bentuk dan perspektif informasi. Selain itu, kesetaraan juga menyentuh masalah objektifitas yang berkaitan langsung dengan nilai-nilai independensi dan tren professionalisme dan otonomi. Prinsip-prinsip kesetaraan media tersebut, dijelaskan melalui skema berikut (2000:169) :
Terwujudnya kesetaraan dalam media massa cenderung bergantung pada tingkatan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat, serta kapasitas dari sistem masing-masing media. Kebebasan dan kesetaraan merupakan feature-feature yang menjadi nilai lebih dari media baru, termasuk weblog. Sola Pool menyatakan, image tentang kebebasan yang melekat pada internet lebih berkenaan dengan kapasitas kecepatannya dan dengan kurang atau bahkan tidak adanya struktur, organisasi dan managemen dalam pengoperasiannya, terutama pada masa-masa awal ketika media tersebut digunakan secara bebas bagi semua pengguna.
The system had an in-built resistance to attempts to control or manage it. It appeared not to be owned or managed by anyone in particular, to belong to no territory of jurisdiction. In practice, its content and the uses made of it were not easy to control or sanction, even where jurisdiction could be established. Relative to most other media, the internet remains free and unregulated (McQuail, 2000:137).
Sedangkan retorika yang muncul sehubungan dengan kehadiran media baru tersebut adalah bahwa media-media elektronik telah membantu untuk mewujudkan masyarakat yang sejajar—equal sebagaimana masyarakat liberal. Keuntungan terbesar dari internet adalah kesiapan akses bagi siapapun untuk dapat berbicara dengan tidak dimediasi oleh kepentingan-kepentingan yang mempunyai kekuatan dan kontrol, sebagaimana terjadi pada pada media cetak dan media-media penyiaran elektronik. You do not need to be rich and powerful to have a presence on the World Wide Web. The potential of the new media to bypass established institusional channels does also seem to improve the chances for the many and reduce their dependence on the various monopolistic sources of information and influence (McQuail, 2000: 139). Tentang Weblog.. Difusi tehnologi internet secara global telah menimbulkan dampak yang sangat besar dalam aspek komunikasi manusia. Penggunaan internet telah banyak merubah pemahaman masyarakat tentang konsep komunikasi bermedia, karena pada prakteknya saat ini, internet digunakan sebagai media dalam berbagai domain komunikasi, baik interpersonal, kelompok, organisasi sekaligus massa. Pendayagunaan tehnologi internet dalam komunikasi massa saat ini juga telah membawa banyak perubahan fundamental pada fungsi dan sistem media massa konvensional. Media massa saat ini mengalami desentralisasi fungsi yang mana institusi media bukan menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat untuk memnuhi kebutuhan terhadap informasi. Tehnologi internet yang mengandalkan sistem jaringan tidak tersentral telah memungkinkan semua orang dengan secara interaktif mencari, mendapat, menyimpan, memproses, membuat dan juga sekaligus mempublikasikan informasi. Internet seolah menjadi kekuatan media massa modern, yang mana kebebasan, interaktifitas, fleksibilitas dan desentral menjadi pilar-pilar utamanya. Kegiatan jurnalisme yang dulu menjadi monopoli pers dan institusi-institusi media pun sekarang dapat diaplikasikan secara lebih fleksibel. Jurnalisme sebagai suatu kegiatan mencari, memproses, membuat dan mempublikasikan informasi bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak harus oleh orang-orang yang bekerja maupun berkenaan dengan institusi pers secara langsung. Internet memungkinkan terjadinya distribusi kesempatan bagi semua orang untuk menjadi newsmaker sekaligus editor dan publisher-nya. Salah satu bentuk media yang saat ini digunakan oleh banyak pengguna internet untuk melakukan kegiatan jurnalisme secara personal adalah weblog. Weblog merupakan suatu bentuk website personal yang diupdate secara kontinyu dimana blogger sebagai pemiliknya bebas untuk menuliskan segala apa yang dipikirkan, dirasakan dan dialaminya dalam kehidupan sehari-hari, baik berkenaan dengan tema-tema yang dekat dengan keseharian mereka maupun tema-tema yang lebih berat dan serius. Sifatnya yang massa sekaligus personal menjadikannya media yang independen dan dapat secara bebas digunakan untuk mempublikasikan pikiran, ide, gagasan maupun beragam informasi. Weblog merefleksikan kebebasan internet dari segala belenggu dan kontrol eksternal. Melalui weblognya, seorang blogger bisa mempublikasikan informasi-informasi tentang apapun, tanpa adanya kontrol maupun editor dari pihak lain. Oleh sebab itu weblog disebut-sebut sebagai suatu bentuk media jurnalisme baru karena independensinya dalam mempublikasikan informasi. Beragamnya latar belakang, minat, ketertarikan dan kesukaan blogger membuat bentuk dan isi informasi dalam weblog pun juga bermacam-macam. Hal itu terjadi karena biasanya sebuah weblog sangat merefleksikan blogger pemiliknya sehingga seringkali sebuah weblog berisi informasi-informasi yang bersifat sangat spesifik, detail dan up to date berkenaan dengan suatu hal atau bidang tertentu sesuai dengan karakteristik pemiliknya. Keinteraktifan juga menjadi nilai tambah yang membuat weblog menjadi media yang tidak monoton dan tidak bersifat searah. Pengunjung suatu weblog biasanya mendapatkan fasilitas untuk menyampaikan respon, tanggapan, sanggahan dan komentar terhadap tulisan-tulisan isi posting dalam weblog tersebut, atau bisa juga menambahkan sambungan—link—ke website atau weblog lain yang berhubungan dengan tulisan tersebut. Banyak sekali kontroversi dari para ahli komunikasi, sosiologi, teknik informatika atau dari para blogger sendiri tentang eksistensi, definisi maupun fungsi weblog. Setiap hari selalu saja ada artikel baru berkenaan dengan weblog berdasarkan berbagai perspektif dan kemudian dipublikasikan melalui website-website institusi maupun weblog-weblog. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberadaan weblog di internet dirasa penting dan layak untuk diamati serta mendapatkan perhatian lebih. Saat ini aku sedang menyelesaikan penelitian sehubungan dengan fenomena blogging. Dalam hal ini, penelitianku dikhusukan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana eksistensi weblog dalam konteks desentralisasi media informasi dan juga sejauh mana weblog dapat merefleksikan paradigma baru tentang aktifitas jurnalisme media massa modern di era internet ini. Weblog dalam Konteks Media Massa dan Institusi Media Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi, media massa pun menjadi semakin canggih dan kompleks. Istilah media massa sendiri pada dasarnya diartikan sebagai : The organized means for communicating openly and at a distance to many receivers within a short space of time (McQuail, 2000:17). Kriteria-kriteria dalam definisi tersebut bersifat relatif, karena sejak bentuk awal media (lukisan di batu) sampai pada bentuk-bentuk digital paling baru saat ini, telah terjadi berbagai perkembangan yang meningkatkan kapasitas, kecepatan dan efisiensi dari transmisi pesan. Lasswell mengemukakan fungsi media di masyarakat adalah untuk: pengawasan (surveillance), yaitu menyampaikan informasi-informasi tentang lingkungan; korelasi (correlation), yaitu memberikan opsi atau pilihan untuk menyelesaikan masalah; dan transmisi (transmission), yaitu melakukan sosialisasi dan pendidikan. Kemudian wright menambahkan satu fungsi lagi yaitu untuk hiburan (entertainment) (LittleJohn,1999:334). Fungsi media tersebut, oleh Ruben dan Steward diperluas dengan: pengemasan (packaging) dan pendistribusian budaya, yaitu menyampaikan nilai-nilai budaya dan sosial melalui informasi yang disampaikannya; fungsi mempopulerkan (popularizing) dan mengesahkan (validating), menyampaikan konsep-konsep kehidupan ke segala penjuru tempat dan dari generasi ke generasi (1998:380). Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, bahwa media massa secara luas telah membantu masyarakat dalam merumuskan persepsi dan menginterpretasi sekaligus mendefinisikan realitas sosial dan menyebarkan standard-standard kenormalan dalam berbagai hal di sekitar yang ditemui dalam keseharian. Berdasarkan teori peran-peran mediasi, media massa sehubungan dengan hal tersebut, berperan sebagai: - Suatu jendela (window) terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berbagai pengalaman hidup sehingga masyarakat bisa memperluas pandangannya tanpa campur tangan pihak lain. - Suatu cermin atas peristiwa yang terjadi di masyarakat dan di dunia sehingga dapat memberikan refleksi yang dapat dipercaya. - Suatu saringan dan penjaga gerbang—gatekeeper yang memilihkan bagian-bagian dari pengalaman tertentu untuk mendapatkan perhatian lebih atau kurang. - Suatu guider atau interpreter yang memberi petunjuk dan arahan atas apa yang membingungkan masyarakat. - Suatu forum atau platform untuk menyampaikan ide-ide atau pikiran kepada masyarakat. - Suatu interlocutor yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga merespon pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. Sehubungan dengan peran-peran media massa tersebut, weblog sebagai media massa lebih bisa memainkan perannya secara maksimal. Sebagai window, cermin dan platform, weblog dapat memberikan informasi, ide, dan inspirasi tentang banyak hal, dari hal-hal yang sangat berguna sampai hal-hal yang sifatnya tidak penting. Sedangkan sebagai gatekeeper, spesifikasi dan filter terhadap informasi yang disampaikan dalam weblog dilakukan berdasarkan minat dan ketertarikan blogger pemilik weblog tersebut. Hal ini sangat terlihat pada weblog-weblog jenis filter. Karena itu, suatu weblog biasanya bersifat khusus tentang hal-hal tertentu saja. Namun dengan keberagaman karakter blogger sebagai sumbernya, akan ada banyak sekali weblog-weblog yang khusus berkenan dengan berbagai bidang. Sebagai suatu guider, weblog memberikan lebih banyak opsi yang lebih banyak dan memungkinkan interpretasi yang lebih relatif terhadap suatu peristiwa. Masing-masing blogger mempunyai keahlian, perspektif dan pola pikir yang berbeda sehingga pemahaman terhadap suatu masalah pun beragam. Tidak ada sesuatu yang bernilai mutlak. Ada banyak standar dan legitimasi yang bisa digunakan terhadap suatu hal atau peristiwa. Segala sesuatunya menjadi lebih relatif. Sedemikian penting fungsi dan peranan media massa bagi masyarakat sehingga pihak-pihak yang berdiri dibalik media massa pun mempunyai peranan yang penting pula. Keberhasilan media massa dalam melaksanakan fungsi dan peranannya tidak bisa dilepaskan dari keseluruhan kerangka kerja dari institusi media. Institusi media sendiri oleh McQuail dijelaskan sebagai: The set of media organization and activities, together with their own formal or informal practices, rules of operation and sometimes legal and policy requirements set by the society (2000:14). Dalam pengertian tersebut, muncul ciri-ciri dari institusi media, yaitu bahwasanya: institusi media selalu berada dalam lingkungan publik yang mana pada prinsipnya harus selalu terbuka bagi semua sumber dan penerima karena media idealnya selalu berkenaan dengan kepentingan umum dan untuk tujuan umum. Oleh karena itu aktifitas institusi media harus selalu transparan terhadap publik secara luas. Berkenaan dengan aktifitas media dalam menyebarkan dan mempublikasikan informasi, institusi media sudah seharusnya bersifat bebas dari berbagai kepentingan ekonomi, politik dan kebudayaan. Dengan demikian, meskipun dapat memberikan pengaruh yang besar dan mencapai suatu efek tertentu, secara formal biasanya institusi media tidak memiliki kekuatan. Selain itu, partisipasi terhadap institusi media bersifat suka rela—voluntary—dan tanpa kewajiban sosial. Hal tersebut karena adanya asosiasi yang kuat antara penggunaan media dengan waktu luang, bukan dengan beban dan tugas-tugas berat suatu pekerjaan (McQuail, 2000:15). Institusi media sendiri telah banyak mengalami perkembangan dalam menjalankan aktifitas utamanya berkenaan dengan publikasi dan penyebarluasan informasi serta nilai-nilai kebudayaan di masyarakat. Institusi media telah tersegmentasi berdasarkan tipe-tipe tehnologi yang digunakannya—baik cetak, televisi, radio, film dan sebagainya, dan juga berdasarkan jangkauannya—baik lokal, nasional atau internasional. Sehubungan dengan keberadaan institusi media tersebut, weblog merupakan suatu bentuk media yang tidak dioperasikan dan dimiliki oleh institusi media. Kenyataan ini juga menjadi deviasi terhadap konsep komunikasi massa itu sendiri, karena dalam konteks weblog sebagai media massa, yang berperan sebagai sumber adalah personal, bukan suatu institusi maupun organisasi. Weblog bisa dimiliki dan digunakan oleh siapa saja secara sukarela. Pada dasarnya, tidak ada syarat-syarat khusus untuk bisa menjadi seorang blogger. Terlebih lagi cara penggunaan weblog yang praktis dan mudah, memungkinkan semua pengguna internet mampu memiliki dan mengoperasionalkan. Weblog selalu terbuka bagi semua sumber dan penerima. Weblog bersifat bebas dari berbagai kepentingan ekonomi, politik dan kebudayaan. Meskipun weblog dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sesuai kebutuhan blogger, namun weblog mengandalkan subyektifitas personal blogger pemiliknya. Karena sifatnya yang personal, maka weblog luput dari kebijakan editorial dan konflik kepentingan. Masing-masing blogger bisa mengemukakan apapun secara bebas. Weblog dalam Perspektif Masyarakat Informasi dan Globalisasi McQuail menjelaskan, istilah masyarakat informasi—information society—dikemukakan pertama kali oleh Daniel Bell (1973) sehubungan dengan banyak bermunculannya sektor-sektor ekonomi berbasis informasi pada akhir era masyarakat industri tahun 1960an, yang mana proses produksi dan distribusi segala bentuk informasi, terutama berbasis teknologi komputer, telah menjadi sektor utama dalam perekonomian masyarakat. Melody dalam McQuail mendeskripsikan masyarakat informasi sebagai: Those that have become dependent upon complex electronic information networks and which allocate a major portion of their resources to information and communication activities (2000:121). Van Cuilenburg (1987) menyebutkan karakteristik utama dari masyarakat informasi yaitu peningkatan yang sangat menonjol dalam proses produksi dan aliran segala bentuk informasi, terutama sebagai akibat dari murahnya biaya produksi, miniaturisasi dan komputerisasi. Rendahnya biaya transmisi dan distribusi informasi juga semakin mendorong pesatnya pertumbuhan industri informasi. Selain itu, sensitivitas terhadap jarak geografis pun terus mengalami penurunan, dan sekaligus kecepatan, volume dan interaktifitas dalam berkomunikasi juga terus mengalami peningkatan (McQuail,2000:121). Oleh karena itu dalam teori masyarakat informasi disebutkan, bahwa tehnologi telah mendorong terciptanya masyarakat informasi, yaitu dikenali dengan karakteristik: Predominance of information work, great volume of information flow, interactivity of relations, integration and convergence of activities, growth and interconnection of networks, globalizing tendencies and postmodern culture (McQuail,2000:88). Trend masyarakat informasi ternyata juga telah meningkatkan rasa saling keterikatan—interconnectedness—masyarakat, yang mana masyarakat semakin terdorong untuk menjalin hubungan-hubungan sosial melalui jaringan-jaringan media, sehingga secara bertahap hubungan tersebut akan menggantikan atau melengkapi jaringan sosial kemasyarakatan ataupun komunikasi tatap muka. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan McLuhan sehubungan dengan jaringan sosial yang berkembang melalui media. McLuhan merumuskan teori global village untuk mengemukakan pandangannya tentang suatu bentuk baru struktur masyarakat dimana media elektronik akan menghubungkan seluruh dunia ke dalam suatu sistem sosial, politik dan budaya. Media menjadi perpanjangan fungsi organ-organ tubuh manusia, yang mana dengan menggunakan media, manusia dapat memperluas pandangan, pendengaran dan sentuhannya melampaui batas ruang dan waktu. Media elektronik akan membukakan pemandangan-pemandangan baru bagi masyarakat kebanyakan dan memungkinkan kita untuk berada di manapun secara cepat. (Baran dan Davis,2000:287). Berbagai temuan teknologi bahkan dapat dikatakan telah memfasilitasi globalisasi karena kapasitasnya dalam mengatasi hambatan jarak dan waktu dalam aspek komunikasi manusia. Dengan globalisasi, ketergantungan masyarakat terhadap informasi pun menjadi semakin tinggi. Bagi sebagian orang, informasi bahkan dikonotasikan dengan suatu visi baru tentang perubahan atau kemajuan, dan juga masa depan dengan horison tak terbatas yang sedikit banyak merupakan kelanjutan dari model yang sudah ada saat ini. Dalam informasi yang saling dipertukarkan di masyarakat tersebut terkandung pesan-pesan ideologis yang cenderung melegitimasi trend-trend yang sedang berkembang atau menjatuhkan pihak lain yang tidak mainstream (McQuail,2000:123). Dalam era masyarakat informasi yang global tersebut, kepemilikan—ownership—informasi dan hak publik untuk dapat mengakses informasi menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh masyarakat. Pertimbangan ekonomi, sosiologi, dan tehnologi senantiasa mendominasi berbagai aspek berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan terhadap informasi. Hal-hal tersebut tidak dapat dilepaskan dan terus berpengaruh dalam pertumbuhan media massa saat ini. Masyarakat modern saat ini semakin tergantung kepada sistem-sistem komunikasi yang mana media massa merupakan salah satu bagian dari sistem tersebut. Namun, segala bentuk perubahan yang terjadi pada media massa akan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat karena media massa memainkan suatu peranan yang sangat penting dalam kehidupan politik, sosial dan perekonomian masyarakat, begitu pula sebaliknya. Perubahan yang terjadi pada masyarakat belakangan ini membawa pengaruh kepada sistem media. Ada dorongan yang kuat dari masyarakat untuk menekan dan meminimalisir segala bentuk pengawasan yang tidak terbuka atau tidak transparan dari pihak-pihak tertentu, dan juga menolak beberapa regulasi terhadap media yang dirasa menyulitkan akses masyarakat. Hal tersebut menunjukkan adanya harapan dari masyarakat untuk bisa menuntut kontrol secara kolektif terhadap bentuk media yang berkembang saat ini dalam rangka melindungi kepentingan individual yang cenderung lebih lemah dan membatasi kekuatan dari pihak penguasa kebijakan publik dan pihak-pihak kapitalis dalam industri media. Disamping itu, muncul tekanan dari masyarakat juga agar bisa mendapatkan akses yang adil dan bebas untuk menjadi oposisi terhadap golongan ideologi tertentu atau terhadap partai politik tertentu yang lebih mayoritas, dan untuk memastikan distribusi nilai-nilai sosial maupun budaya yang memuaskan semua pihak. Masyarakat saat ini lebih peduli dan lebih mempunyai kekuatan terhadap media massa. Sehingga hal-hal seperti kepuasan yang lebih merata, keterbukaan, nilai-nilai relatifitas, konsumerisme individual dan kekuatan perekonomian liberalisme seringkali lebih menjadi fokus perhatian masyarakat dan mendorong terwujudnya suatu sistem media yang terbuka.Seiring dengan semakin kuatnya dorongan dan tekanan masyarakat untuk memperjuangkan kebebasan akses terhadap media, weblog muncul sebagai media baru yang bisa memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut. Weblog merupakan media massa yang bisa dipersonalisasi untuk berbagai kepentingan dan isinya tidak bersifat mainstream. Weblog terbuka bagi siapa saja, baik dari golongan mayoritas, minoritas, maupun kelompok terpinggirkan, untuk berbagai kebutuhan mendapatkan dan mempublikasikan informasi apapun. Weblog merupakan media massa yang lepas dari kontrol berbagai kekuatan pihak-pihak penguasa ekonomi maupun politik, sehingga memungkinkan adanya nilai-nilai relatifitas karena pikiran dan kepentingan setiap orang dihargai dalam weblognya. Weblog sangat mencerminkan karakter masyarakat informasi dewasa ini dengan segala kompleksitas kehidupan sosial, ekonomi,sosial dan budayanya. Semangat globalisasi juga menjadi motor dalam merebaknya trend blogging di dunia. Weblog memberi perspektif baru terhadap arah perkembangan dan kemajuan media massa masa depan.
Weblog dan Deviasi Model Komunikasi Massa Komunikasi massa merupakan salah satu domain komunikasi manusia yang telah banyak mengalami kemajuan yang pesat sejak bentuk-bentuk awalnya. Pada dasarnya, Mass communication comprises the institutions and techniques by which specialized groups employ technological devices (press, radio, films, etc) to disseminate symbolic content to large, heterogenous and widely dispersed audience (McQuail, 2000:13). Dari pengertian tersebut, ada beberapa karakteristik khusus dari komunikasi massa. Ruben dan Steward menyebutkan, komunikasi massa: mempunyai jumlah audience yang sangat besar dan heterogen; impersonal, yaitu sumber penyampai informasi tidak mengenal keseluruhan partisipan secara personal; terencana, dapat diprediksikan dan formal; adanya kontrol terhadap sumber informasi; keterbatasan interaktifitas antara sumber dengan audience-nya; sentralitas terhadap sumber informasi, yaitu sumber merupakan suatu institusi yang mempunyai akses yang mudah dan langsung untuk mencapai audiencenya dalam sekali waktu; dan difasilitasi oleh berbagai bentuk media massa, baik cetak atau elektronik (1998:367).
Model Komunikasi Massa
Dalam skema tersebut, nampak bahwa komunikasi massa selalu berkenaan dengan gatekeepers, regulator, media dan filters sebelum pesan sampai kepada audience. Dalam proses tersebut, pesan bisa mengalami reduksi, defiasi maupun manipulasi oleh berbagai pihak dan kepentingan dengan tujuan mendapatkan efek yang diinginkan pada audience. Oleh karena itu, Media massa mempunyai peran yang sangat signifikan dalam komunikasi massa. Penggunaan weblog sebagai media massa bahkan telah menimbulkan deviasi terhadap konsep dan proses komunikasi massa itu sendiri. Dengan menggunakan weblog, komunikator dapat langsung mengemukakan pikirannya kepada audience tanpa terikat regulasi maupun kontrol dan tanpa melalui gatekeepeer atau filter. Oleh karena itu, keorisinalan informasi yang disampaikan kepada audience bisa terjaga. Selain itu, keberagaman sumber dan kemudahan publikasi beragam format informasi dapat menghindari terjadi sentralisasi dan penyeragaman isi informasi dalam weblog-weblog tersebut.
Weblog juga merupakan media yang mempunyai audience yang heterogen. Meskipun kuantitas jumlah audience bersifat variatif tergantung pada karakter dan kualitas informasi dalam weblog tersebut, namun weblog memungkinkan terjadinya kontak secara personal dan interaktifitas dengan audience-nya. Sehingga kemudian weblog muncul sebagai media massa yang akrab dan familiar. Informasi yang disampaikan oleh blogger langsung dapat diterima pembaca tanpa adanya perantara. Namun aliran informasi dari sumber ke penerima melalui weblog bisa terjadi secara dua model, yaitu satu tahap dan banyak tahap. Menurut model komunikasi satu tahap (one step flow), pesan yang disampaikan komunikator melalui media massa langsung ditujukan kepada komunikan tanpa melalui perantara (Ardianto dan Erdinaya, 2004:66). Dalam hal ini, blogger secara individual menyampaikan pesan yang original kepada pembaca posting di weblognya tanpa perantara pihak lain manapun.
Sedangkan menurut model komunikasi banyak tahap (multi steps flow), lajunya komunikasi dari komunikator kepada komunikan terdapat sejumlah saluran yang berganti-ganti. Artinya, beberapa komunikan menerima saluran langsung dari komunikator melalui saluran media massa lalu menyebarkannya kepada komunikan lainnya. Pesan terpindahkan beberapa kali dari sumbernya melalui beberapa tahap (Ardianto dan Erdinaya, 2004:70). Dalam model ini, peran opinion leader menjadi penting. Begitu juga dalam konteks weblog sebagai media, meskipun semua blogger adalah opinion leader karena berusaha menyampaikan sesuatu dalam weblognya, namun ada beberapa weblog yang menonjol dan lainnya biasa saja. Blogger yang menonjol biasanya mempunyai kredibilitas lebih tinggi dan berpengaruh kepada pembaca atau pengunjung, sekaligus pada blogger lain. Diantara para blogger, yang berperan sebagai opinion leader yang menonjol adalah blogger yang weblognya banyak dikunjungi, dibaca dan di link ke weblog lainnya. Semakin sering weblog tersebut dikunjungi dan semakin banyak weblog lain yang membuat link padanya, maka semakin besar otoritas blogger sebagai opinion leader. Otoritas blogger sebagai opinion leader virtual juga biasanya diperoleh dari ketertarikannya yang besar terhadap suatu bidang tertentu dan segala upayanya untuk mengembangkan ketertarikannya tersebut. Blogger tersebut biasanya telah banyak mempunyai pengalaman di bidang tersebut dan melakukan monitoring terhadap situs-situs atau blog-blog lain secara lebih intens dan lebih bertujuan. Komunikasi massa dalam konteks weblog tersebut telah mengalami sedikit penyimpangan pada model agenda setting. Menurut Teori Agenda setting, media berperan sangat besar dalam mempengaruhi apa yang dipikirkan dan dibicarakan masyarakat. Media massa menyaring berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkannya. Secara selektif, gatekeepers menentukan mana yang pantas diberitakan dan mana yang harus disembunyikan (Rakhmat, 2002:228-229). Dengan menggunakan weblog, komunikator dapat menyampaikan informasi apapun yang diinginkannya tanpa harus mengkhawatirkan respon pembaca terhadap informasi yang disampaikannya. Informasi yang dipublikasikan pun tidak harus selalu berkenaan dengan hal-hal, kejadian atau peristiwa yang sedang trend. Blogger mempunyai otonomi yang luas atas weblognya. Bahkan blogger bisa mempublikasikan informasi-informasi yang sengaja dibiaskan, ditutupi atau disembunyikan oleh media mainstream. Oleh karena itu, weblog dapat memberikan perspektif lain bagi para pembaca yang mengunjungin weblog-weblog tersebut. Sedangkan jika model agenda setting tersebut dilihat pada jenis-jenis weblog yang berupa daftar link ke website lain yang disertai komentar, yang mana weblog menjadi laporan hasil penjelajahan di internet. Blogger sebagai komunikan dari website-website sumber menentukan sendiri jenis dan pilihan informasi yang diinginkannya. Selektifitas informasi ditentukan oleh blogger secara personal tidak harus sesuai dengan suatu sumber tertentu. Blogger juga mempunyai kebebasan untuk menyampaikan responnya terhadap sumber-sumber yang ditemukannya.
Sejarah dan Perkembangan Weblog Weblog merupakan bentuk perkembangan dari website pribadi atau homepage. Secara umum, pengertian weblog adalah suatu situs yang biasanya dikelola oleh satu orang secara individual, seringkali terfokus pada suatu subjek atau topik tertentu, baik berita, catatan harian, kumpulan link, daftar komentar atau hasil pikiran
(www.guardian.co.uk), yang update secara teratur dengan susunan posting terbaru berada paling atas diikuti posting-posting sebelumnya sesuai dengan urutan kronologi waktu, dan mempunyai frekuensi kunjungan oleh orang lain yang tinggi (www.camworld.com). Istilah “weblog” tersebut pertama kali dikemukakan oleh Jorn Barger dalam websitenya—Robot Wisdom—pada bulan Desember 1997 yang digunakan untuk menyebut suatu jenis website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain disertai dengan komentar-komentar. Peter Merholz dalam websitenya—www.peterme.com, pada awal 1999 telah menggunakan kata “wee’ blog” atau dipendekkan menjadi “blog” (www.rebeccablood.net) untuk menghindari kerancuan dengan kata ”web log”, yaitu istilah yang biasa digunakan untuk menyebut suatu file yang merekam informasi tentang pengunjung suatu website pada suatu server. Pada Maret 2003, Kamus Bahasa Inggris Oxford telah memasukkan kata weblog atau blog tersebut sebagai kosakata baru, dan dikategorikan sebagai kata benda. Begitu pula blogger, yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut editor atau orang yang memiliki suatu weblog. Sedangkan blogging merupakan kata kerja dari weblog yang dimaknai sebagai kegiatan memiliki dan mengelola suatu weblog (www.ajy.net). Bentuk weblog berupa daftar link tersebut, sebenarnya sudah pernah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Weblog pertama yang pernah ada, kemungkinan besar adalah halaman “What’s New” yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993 pada browser Mosaic—mosaic adalah browser pertama yang dulu digunakan untuk menjelajahi internet, yaitu sebelum adanya browser nestcape dan bahkan jauh sebelum browser internet explorer yang saat ini banyak digunakan. Kemudian pada januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya “Justin’s Home Page”, yang kemudian berubah menjadi “Links from the Underground” yang kemudian disebut-sebut sebagai blog pertama. Pada November 1998, Jesse James Garret mulai membuat daftar website-website sejenis weblog. Daftar tersebut kemudian dikirimkan kepada Cameron barret untuk dipublikasikan dalam website pribadinya ”Camworld”. Dari daftar yang dibuat Garret tersebut, diketahui bahwa pada awal tahun 1999, tercatat baru ada sekitar 23 weblog di internet. Minimnya jumlah tersebut karena memang diperlukan keahlian dan ketrampilan khusus tentang pembuatan website, HTML dan hosting web untuk bisa memiliki weblog sendiri. Sehingga hanya orang-orang yang berkecimpung di bidang internet yang kemudian menciptakan weblog mereka sendiri (http://www.enda.goblog media.com). Perkembangan dan pertambahan jumlah weblog menjadi teramat pesat semenjak Pitas, meluncurkan layanan cara membangun weblog pribadi (build-your-own-weblog-tool) pada bulan Juli 1999. Jumlah weblog di internet kemudian meningkat menjadi ratusan. Pada bulan Agustus 1999, sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan blogger.com, yaitu sebuah layanan berbasis web yang didesain untuk memungkinkan individual agar bisa mempublikasikan weblog mereka sendiri secara cepat, mudah dan gratis. Kemudian dalam tahun yang sama pada saat yang hampir bersamaan, beberapa software sejenis juga diluncurkan, seperti “Edit This Page” oleh Dave winer dan “Velocine” oleh Jeff A Campbell. Sejak saat itu, pertambahan jumlah weblog di internet menjadi sangat drastis hingga tidak dapat terhitung dengan pasti . Bahkan dalam perkembangannya sekarang, jumlah weblog di internet mencapai 3,2 juta weblog, dengan pertambahan 15.000 weblog baru yang online setiap hari, dan lebih dari 275.000 posting dipublikasikan setiap harinya oleh weblog-weblog tersebut (www.ojr.org). . Saat ini penyedia layanan weblog di Internet terus bermunculan, baik yang gratis maupun yang harus membayar biaya berlangganannya. Diantara website-website penyedia layanan weblog gratis yang terkenal adalah www.blogger.com, www.blogdrive.com, www.blog-city.com, www.tblog.com, www.mblog.com, www.blog.boleh.com dan www.goblogmedia.com (Komputeraktif edisi 77:10-18). Sedangkan website penyedia berbagai fasilitas weblog gratis antara lain: www.blogdrive.com, www.doneeh.com, www.tag-board,com, www.blogskins.com, www.technorati.com, www.blogrolling.com, www.remarkablog.com, dan sebagainya. Pada awalnya, weblog di internet memang berupa sekumpulan link ke website-website lain yang telah dikunjungi atau dianggap menarik oleh blogger. Weblog saat itu lebih menjadi semacam catatan perjalanan blogger ketika browsing di internet. Kumpulan link tersebut biasanya juga disertai dengan komentar-komentar, pendapat pribadi atau bahkan sarkasme blogger terhadap masing-masing website (www.enda.goblogmedia.com). Saat itu weblog hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang desain dan hosting website. Sebagian besar blogger adalah orang-orang yang banyak berkenaan di dunia internet atau bekerjadi bidang IT, baik desainer web, programer atau orang-orang yang sehari-harinya mempunyai banyak waktu online di internet. Semenjak jumlah weblog yang ada di internet mengalami peningkatan yang sangat besar, terutama semenjak adanya layanan hosting gratis, blogger.com, bentuk dan penggunaan weblog pun semakin bervariasi. Beberapa weblog sampai saat ini masih mengikuti bentuk aslinya, yaitu berupa daftar link ke website lain atau ke artikel lain yang disertai komentar yang terkadang penuh sinisme dan sarkasme. Namun dalam perkembangannya, weblog tidak lagi hanya berupa catatan perjalanan blogger yang memuat daftar link. Weblog yang kemudian menjadi lebih banyak berisi essai, kritik terhadap pihak-pihak tertentu, laporan peristiwa yang terjadi, analisis terhadap kebijakan atau fenomena sosial, review film dan buku, puisi atau karya lainnya, bahkan tulisan tentang hal-hal keseharian yang dialami atau dirasakan blogger. Weblog kemudian juga menjadi diari online, yaitu tempat blogger menuliskan hal-hal yang sangat berkenaan dengan dirinya dan seringkali bersifat personal. Kebanyakan weblog yang ada di internet sekarang lebih berupa persilangan antara jurnal pribadi pemilik weblog dengan daftar links. Namun link-link yang ada pada weblog saat ini justru menghubungkan suatu weblog dengan weblog-weblog lainnya. Para blogger biasanya membuat link ke weblog yang sering mereka kunjungi atau weblog milik teman-teman mereka. Saat ini penggunaan weblog sudah terdifusi luas ke seluruh dunia dan menyentuh semua kalangan pengguna internet. Bahkan hampir setiap orang yang biasa menggunakan internet sekarang mempunyai weblog mereka sendiri. Tidak lagi harus memiliki ketrampilan dibidang web untuk bisa memiliki weblog, karena di internet saat ini ada banyak sekali layanan hosting maupun download fasilitas-fasilitas weblog, baik secara gratis maupun yang harus membayar biaya langganannya. Hal tersebut semakin memberi kemudahan dan kepraktisan bagi semua orang untuk maintain weblognya sendiri. Secara umum, weblog berisi catatan pribadi pemiliknya tentang topik-topik yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan, kegiatan kesehariannya, apa tanggapannya pada suatu isu maupun hubungannya dengan orang-orang disekitarnya. Selain itu, banyak juga weblog yang berisi informasi penting dan bermanfaat, misalnya tip dan trik, artikel-artikel, hasil penelitian, materi kuliah, dll. Karena itu weblog bersifat sangat personal. Weblog merupakan salah satu cara mudah untuk bisa mengenal kepribadian individu di dunia maya. Masing-masing blogger bisa melakukan personalisasi terhadap weblognya sesuai dengan yang diinginkannya. Terlebih lagi, penyedia layanan weblog, seperti blogger dan blogdrive misalnya, tidak memberikan batasan atau larangan apapun terhadap bentuk isi dan format weblog. Interface suatu weblog yang dapat diakses dari browser manapun—baik internet explorer, opera, mozilla dan sebagainya—biasanya berupa halaman web kosong yang dapat ditambahi dengan form-form dan berbagai fasilitas sebagian yang sudah disediakan. Pada halaman kosong tersebut, blogger bisa menuliskan apapun dan pada waktu kapanpun. Selanjutnya, hanya dengan satu klik saja, hal yang tertulis tersebut dapat dipublikasikan secara terbuka. Faktor kemudahan tersebut juga yang menjadi pemicu merebaknya trend blogging di internet. Weblog memberikan kesenangan bagi blogger untuk mengemukakan pikirannya tanpa kekhawatiran terhadap respon dari orang lain. Sebagaimana yang dikatakan Blood dalam websitenya, The promise of the weblog is that everyone could publish, that thousands voices could flourish, communicate and connect.. Eksistensi weblog sebagi media individual yang bebas dan independen mulai terasa pada awal tahun 2002, yaitu ketika terjadinya invasi Amerika ke Irak yang mengundang kontroversi bagi seluruh bangsa di dunia. Banyak sekali pengguna internet di seluruh dunia dengan berbagai latar belakang dan keahlian mulai memanfaatkan weblog untuk mengemukakan pandangannya. Mereka kemudian saling berusaha menciptakan opini publiknya masing-masing dengan mengemukakan berbagai fakta dari sudut pandang mereka sendiri. Beberapa weblog bahkan bersitegang satu sama lain karena perbedaan pendapat dalam memandang masalah tersebut, sedangkan beberapa weblog yang lain saling berhubungan secara lebih intensif karena merasa seide dan saling menyatakan persetujuan. Fenomena tersebut memberikan perpektif baru dalam penggunaan media massa. Setiap orang berkesempatan sama dan mempunyai kebebasan untuk mengemukakan opininya berdasarkan kepentingan dan sudut pandang mereka sendiri. Para blogger tidak mempunyai kekhawatiran untuk mengekspresikan pernyataan persetujuan atau pertentangan dengan pihak lain melalui weblognya. Kontroversi yang muncul sebagai akibat dari kebebasan tersebut merupakan salah satu bentuk dari demokratisasi pers (www.wordiq.com). Selama tahun 2003, keberadaan weblog semakin menjadi perhatian oleh banyak pihak. Semakin disadari bahwa weblog sangat berpengaruh dalam merusak, menciptakan, dan memutarbalikkan berita. Banyak sekali blogger yang tiba-tiba menjadi selebritis di internet karena weblognya menjadi satu satu website favorit yang paling sering dikunjungi oleh banyak orang di seluruh dunia berkenaan dengan informasi atau opini yang disampaikannya dalam weblog. Beberapa weblog bahkan menjadi sumber berita yang lebih terpercaya dibandingkan dengan media-media yang lain. Terlebih lagi trend bermunculannya weblog-weblog perang (war blogs) pun semakin menjamur sehubungan dengan invasi amerika ke irak yang masih berlanjut. Weblog-weblog yang mengumpulkan dan menyampaikan informasi dari irak menjadi weblog terfavorit karena memperoleh jumlah pengunjung yang besar dengan daftar komentar yang sangat panjang. Pada tahun 2004, weblog sudah semakin dikenal oleh banyak orang. Banyak sekali artikel, review di berbagai media yang mengungkap dan menelusuri fenomena blogging tersebut. Eksistensi weblog semakin dirasa penting dan hampir sejajar dengan media mainstream lainnya. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya orang dari berbagai kalangan dan kepentingan yang saat ini memanfaatkan weblog, misalnya kandidat presiden, legislatif dan konsultan politik yang menggunakan weblog untuk mengembangkan dan membentuk formasi opini secara lebih familiar, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, weblog bahkan tidak hanya dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan individual. Banyak instutusi dan organisasi yang juga diuntungkan dengan penggunaan weblog tersebut. Weblog merupakan media yang fleksibel dengan berbagai karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan media yang lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika saat ini semakin banyak pihak yang juga turut serta memanfaatkan weblog. Terlebih lagi, tehnologi terbaru yang terus dikembangkan saat ini memungkinkan pengguna internet untuk melakukan online secara mobile, baik dengan menggunakan telepon selular maupun laptop. Tentu saja hal tersebut semakin memberikan kemudahan bagi blogger untuk selalu berdekatan dengan weblognya sehingga bisa lebih mudah mempublikasikan setiap informasi yang dimilikinya dan menjaga nilai kebaruan informasi dalam weblog tersebut. Tulisan ini banyak mengutip dari tulisan kang enda dengan perubahan seperlunya.. Internet dan Weblog Manusia sejak awal kehidupannya selalu berusaha memperbaiki kemampuannya untuk menerima dan menyebarkan informasi tentang lingkungannya disamping meningkatkan kecepatan, kejelasan dan macam cara pengiriman informasi (Bride dalam Liliweri ,1997:59-60). Usaha yang dilakukan manusia tersebut dapat dilihat dari penemuan-penemuan dalam bidang elektronika komunikasi yang telah banyak mengubah cara-cara manusia berkomunikasi. Penemuan-penemuan teknologi komunikasi telah meningkatkan kapasitas komunikasi antarmanusia sehingga mampu menembusi batas-batas ruang dan waktu serta status sosial yang telah menjadi penghambat selama kurun waktu berabad-abad (Liliweri,1997:62). Selain itu, kemajuan terus menerus dalam berbagai bidang kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sebagainya telah mencapai suatu titik dimana sistem sistem komunikasi tradisional tidak lagi memadai untuk menangani kebutuhan-kebutuhan yang semakin meningkat bagi pertukaran informasi yang cepat (Fidler,2003:123). Semenjak Johann Gutenberg menemukan mesin cetak modern, disusul penemuan Radio oleh Marconi, Telepon oleh Alexander Graham Bell, Telegraf oleh Thomas Alfa Edison serta banyak lagi tokoh pionir lainnya, kegiatan komunikasi dan interaksi antarmanusia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan demi perkembangan terjadi sedemikian cepat sehingga tranformasi masyarakat dasar dari era masyarakat industrial ke era masyarakat informasi pada pokoknya telah selesai menjelang tahun 1930-an (Fidler,2003:123). Era masyarakat informasi merupakan suatu era dimana proses produksi dan distribusi informasi menjadi kegiatan ekonomi dan sosial yang penting di masyarakat. Dalam era ini, masyarakat menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk berkenaan dengan media-media komunikasi dan teknologi informasi (Straubhaar dan LaRose, 2002: 32). Media merefleksikan status ekonomi masyarakat yang mengembangkannya. Oleh karenanya, media-media komunikasi dikembangkan sedemikian rupa sehingga bisa membantu masyarakat untuk menciptakan, menyimpan dan memproses informasi. Dalam kurun waktu tiga dekade terakhir ini, berbagai penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi meningkat jauh lebih banyak dan lebih cepat dibanding pada waktu-waktu sebelumnya. Berbagai produk tehnologi baru, seperti satelite, komputer pribadi, printer laser, scanner, telefon seluler, laptop, internet, LAN, world wide web (www), HTML, camera digital, USB Flash Disk, dsb telah banyak memberi kontribusi dalam kemajuan bidang komunikasi saat ini. Produk-produk tehnologi tersebut terus membentuk koneksi-koneksi baru satu sama lain, ataupun dengan bentuk-bentuk media terdahulu menjadi suatu sistem yang universal (Enzensberger, 2000: 51). Bahkan konvergensi komputer, telekomunikasi dan sistem media massa konvensional telah membawa beberapa perubahan fundamental pada fungsi-fungsi media. Baran dan Davis mengatakan bahwa bentuk ekspresi yang paling kuat dan paling menonjol dari semangat berbagai penemuan di era informasi ini adalah media massa (2000:350). Perkembangan tehnologi dan berubahnya budaya masyarakat telah ikut serta mengevolusi peran dan sistem media massa dari bentuk-bentuk konvensionalnya menjadi seperti sekarang. Paradigma dan pemahaman tentang media pun telah banyak bergeser karena dianggap sudah tidak kompeten lagi seiring perubahan media massa pada era masyarakat informasi sekarang ini. Istilah media massa secara tradisional selalu ditandai dengan komunikasi dari satu pihak ke banyak orang yang disampaikan melalui chanel elektronik maupun mesin, dengan respon balik yang tertunda dari audience, dan mencapai audience secara serentak pada waktu yang bersamaan (Straubhaar dan LaRose, 2002: 14). Namun seiring perkembangan media sekarang ini, sistem media untuk komunikasi massa juga telah mengalami beberapa perubahan mendasar. Perubahan sistem media massa nampak pada semakin banyaknya sumber-sumber media saat ini dan berkurangnya kewenangan sekaligus profesionalitas dari sumber-sumber tersebut. Selain itu pesan yang disampaikan pun lebih dsesuaikan dengan segmen-segmen audience yang semakin terspesifikasi. Media massa saat ini cenderung membangun interaksitifitas dengan audience-nya dan tidak lagi bersifat satu arah dalam menyebarkan informasi. Hal tersebut terdorong karena kondisi masyarakat modern saat ini yang lebih aktif dalam mengkonsumsi informasi dan menyampaikan respon kepada sumber berkenaan dengan isi berita, bahkan seringkali masyarakat turut berpartisipasi dalam menentukan dan membuat isi dari pesan yang akan dipublikasikan (Straubhaar dan LaRose, 2002: 21-25). Evolusi bentuk maupun fungsi media massa saat ini tidak bisa dilepaskan dari adanya penemuan internet dan difusi inovasi tehnologi tersebut ke masyarakat dunia. Internet adalah suatu jaringan dari banyak jaringan yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia sehingga mereka dapat saling mempertukarkan pesan-pesan satu sama lain dan membagi akses file-file dari database komputer (December, 1996:3). Internet merupakan tehnologi yang menyambungkan milyaran komputer di seluruh dunia sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dan interaksi diantara pengguna jaringan komputer tersebut (Mohseni,1996 : 4). Menurut Randall, teknologi yang menghubungkan komputer dari seluruh dunia ini memberikan kesempatan bagi semua orang dimanapun berada untuk menjelajahi sumber daya informasi selama terkoneksi dalam jaringan internet tersebut (1996:5). Sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat dunia dalam suatu demonstrasi di International Computer Communication Conference (ICCC) pada bulan oktober 1972 (www.isoc.org/internet/history/ brief.shtml), internet telah membawa perubahan yang revolusioner bagi kehidupan komunikasi manusia. Sepanjang tahun 1980an, internet telah tersebar ke sebagian besar lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat riset di Amerika Serikat dan ke banyak lokasi lain di seluruh dunia (Fidler, 2003:153). Kemudian pada tahun 1991, internet telah digunakan secara umum untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk kepentingan komersil. Menjelang tahun 1995, diketahui bahwa sekitar 30 juta orang yang berasal dari lebih dari seratus negara telah terkoneksi dan memanfaatkan akses internet tersebut. Jika pada awalnya internet hanya digunakan untuk memudahkan riset, pemrograman, surat dan informasi secara elektronik di kalangan para pendidik, akademisi dan peneliti. Maka kemudian internet menjadi suatu sistem komunikasi global besar yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia untuk berbagai tujuan, baik akademik, bisnis, korespondensi pribadi, pencarian informasi dan komunikasi massa (Fidler, 2003:150-153). Penemuan tehnologi internet seolah mewujudkan konsep yang dikemukakan oleh McLuhan pada tahun 1960-an lalu tentang global village. Istilah global village tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi dunia yang mana pengaruh teknologi komunikasi telah menghilangkan sekat-sekat geografis dan mengatasi keterpisahan jarak, sehingga dunia seakan menjadi satu perkampungan besar. Keberadaan internet saat ini telah menyatukan heterogenitas umat manusia di seluruh dunia dalam suatu jaringan komunikasi global. Dengan tehnologi internet, jarak ribuan kilometer ataupun perbedaan waktu tidak lagi menjadi halangan untuk berkomunikasi dan menjalin interaksi. Jutaan orang kini telah menghabiskan begitu banyak waktu mereka dalam dunia maya, atau yang lebih dikenal dengan istilah cyberspace. Istilah cyberspace tersebut pertama kali digunakan oleh William Gibson dalam novel fiksi sains-nya Neoromancer yang diterbitkan tahun 1984. Sejak itu istilah cyber tersebut dikaitkan dengan ruang konseptual dimana orang berinteraksi memakai teknologi komunikasi berperantara komputer —Computer Mediated Communication (CMC)— dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan CMC (Fidler,2003:117). Interaktifitas menjadi salah satu faktor yang menjadi kekuatan teknologi ini. Pada dasarnya, internet merupakan suatu infrastruktur komunikasi yang tidak menjadi properti suatu pihak tertentu. Tidak ada badan pemerintah atau perusahaan komersil yang memiliki sistem tersebut atau secara langsung memperoleh keuntungan dari pengoperasiannya. Internet tidak memiliki presiden, CEO ataupun kantor pusat (Fidler, 2003:150). Tidak ada regulasi ataupun nilai-nilai kemasyarakatan yang bisa mengendalikan atau mengontral akses media tersebut dengan ketat. Internet kemudian menjadi suatu media yang sifatnya massa, personal, global, bebas, interaktif dan tidak mewakili suatu kepentingan tertentu ( Enzensberger dalam Caldwell, 2000:61). Kebebasan yang ditawarkan internet sangat berdampak pada globalisasi komunikasi dan persebaran informasi. Internet membebaskan penggunanya dari ketergantungan kepada media massa konvensional dalam pemenuhan kebutuhan terhadap informasi. Beragam informasi tentang hal apapun tersaji di internet dan dapat dengan mudah diakses oleh penggunanya kapanpun dan dimanapun. Dengan fasilitas search engine—website pencari informasi—pengguna internet dapat menemukan banyak sekali alternatif dan pilihan informasi yang diperlukannya hanya dengan mengetikkan kata kunci di form yang disediakan. Begitu mudahnya sampai seringkali pengguna internet tidak percaya dengan hal-hal, ide-ide besar atau informasi penting yang tersimpan di belantara situs-situs internet. Internet juga membebaskan penggunanya untuk menjadi sumber (source) atas beragam informasi. Setiap pihak bisa saja berperan menjadi sumber sekaligus penyampai informasi, baik institusional maupun personal. Tidak ada batasan atau keharusan terhadap tema, topik, jenis dan tipe file yang bisa dipublikasikan lewat internet. Terlebih lagi, dalam penyempurnaan bentuk dan sistemnya, tehnologi internet mampu menampilkan, menyimpan dan mengirimkan informasi berupa teks, gambar grafis, gambar tiga dimensi, animasi, video, musik dan gabungan dari semuanya secara online. Oleh karena itu, saat ini hampir semua institusi pemerintahan, perusahaan, organisasi maupun perorangan di seluruh dunia memiliki website sendiri di internet. Website tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan, baik untuk menyebarkan informasi, menjalin relasi dan interaktifitas, mempublikasikan diri, membentuk komunitas, maupun keperluan lainnya. Memang seiring perkembangan teknis internet sekarang, memiliki website agar bisa menampilkan diri di internet tidak sesulit dan serumit sepuluh sampai lima tahun yang lalu. Tidak harus menguasai teknis-teknis pemrograman dan desain web untuk bisa mempunyai website sendiri, karena saat ini di internet sudah banyak website-website yang aplikasi maupun maintenance-nya mudah dan praktis. Website-website tersebut lebih dikenal dengan istilah weblog. Trend blogging—memiliki dan memelihara weblog—ini sudah semakin membudaya di kalangan masyarakat cyber di seluruh dunia. Weblog merupakan website pribadi yang diupdate secara teratur—bahkan bisa setiap hari—yang berisi rekaman pemikiran pemiliknya; hal-hal yang berkenaan dengan keseharian, pekerjaan, sekolah; catatan tentang peristiwa atau kejadian penting; refleksi terhadap suatu subjek atau objek tertentu; essay berkenaan dengan fenomena yang sedang terjadi ; maupun hal-hal yang dianggap penting oleh pemiliknya (http://www.rebeccablood.net/essays/ weblog_history.html). Hal yang paling mudah untuk mengenali weblog dan membedakannya dengan jenis website lainnya adalah adanya urutan posting—material atau tulisan yang diisikan—, yang mana posting terbaru berada paling atas, dan dibawahnya adalah posting-posting yang diisikan sebelumnya dan berurutan sesuai dengan tanggal posting. Pada umumnya, weblog berisi hal-hal ringan yang mudah dicerna tentang keseharian, banyak juga weblog yang berisi informasi penting dan bermanfaat, misalnya laporan atau berita tentang suatu peristiwa, tip dan trik berkenaan dengan minat masing-masing pemiliknya, artikel-artikel yang dicopy dari media lain, puisi maupun karya sastra lain yang dihasilkan, resep masakan, materi kuliah dan lain sebagainya. Dalam perkembangannya saat ini, weblog banyak digunakan untuk mempublikasikan hal-hal dan informasi yang sangat penting dan untuk kepentingan yang lebih serius, misalnya hasil penelitian atau teori-teori dari ahli-ahli ilmu pengetahuan, kampanye politik presiden, opini maupun kritik terhadap pemerintahan, laporan tentang temuan fakta-fakta penting, dan sebagainya. Setiap orang dapat membuat dan memiliki weblog. Mereka yang mempunyai dan menggunakan weblog biasanya disebut “blogger”. Rebecca dalam websitenya www.rebeccablood.net menyebutkan, blogger adalah orang-orang yang antusias pada web. Semula yang banyak memanfaatkan blog adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang tehnologi informatika, seperti desainer atau programmer website, orang-orang yang bekerja di telekomunikasi dan sebagainya. Namun sejak tiga tahun belakangan ini, blog digunakan secara luas oleh semua kalangan dan tujuan penggunaannya pun lebih variatif. Weblog bahkan juga banyak dimanfaatkan oleh para kandidat presiden, politikus di banyak negara, ilmuwan-ilmuwan, sastrawan, tentara, dan sebagainya sebagai media untuk menyampaikan informasi personal maupun nonpersonal kepada publik secara lebih informal. Mayoritas Blogger adalah anak-anak muda, mahasiswa dan orang-orang yang banyak berkenaan dan menghabiskan waktu didunia cyber. Menurut enda, blogger saat ini kebanyakan terdiri dari para penulis diary muda yang dinamis, offbeat dan punya opini untuk segala hal. Dalam kata lain mereka adalah generasi yang tidak takut berpendapat dan mengungkapkan pendapat (www.enda.goblogmedia.com). Kim menyatakan bahwa diperlukan beberapa syarat dasar untuk menjadi seorang blogger, yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri, keinginan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dan adanya minat pribadi pada keterusterangan. Saat ini jumlah pengguna weblog di internet semakin bertambah. Hal ini terlihat dari catatan blogger.com mengenai jumlah pelanggannya yang mencapai kurang lebih 40.000 orang, dengan jumlah peningkatan mencapai 20% per bulan (www.guardian.co.uk). Sebuah jumlah yang cukup signifikan untuk menilai tingkat antuasiasme para pengguna internet untuk memiliki weblog. Antusiasme untuk memiliki weblog tersebut meningkat karena weblog dianggap sebagai media yang paling memungkinkan blogger untuk menuangkan semua hal yang mereka pikirkan ke dalam weblognya secara bebas. Terlebih lagi, weblog memang dibuat untuk dibaca oleh orang lain. Para blogger dengan sengaja mendesain dan mengisi weblognya untuk dibaca dan dinikmati oleh orang lain. Weblog seringkali menjadi sarana bagi blogger untuk membagi dunia dan kehidupannya dengan setiap orang yang berkunjung Para blogger melalui weblognya seringkali mengekspresikan persahabatan maupun permusuhan terhadap pihak-pihak tertentu. Hal tersebut pernah nampak sangat jelas ketika perang di irak meletus tahun 2003 lalu. Blogger-blogger irak banyak sekali mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi selama perang berlangsung, baik yang mereka alami atau saksikan secara langsung atau tidak. Blogger-blogger irak tersebut banyak sekali menyampaikan informasi-informasi yang tidak dimuat di media massa pada umumnya. Beberapa dari mereka menyampaikan kemarahan disertai makian terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah amerika. Hal tersebut mengundang kecaman balik dari blogger-blogger amerika yang melakukan pembelaan atas kebijakan yang diambil negaranya sehingga terjadi perdebatan yang sengit di antara weblog-weblog tersebut, bahkan kemudian merembet ke jutaan weblog milik blogger di seluruh dunia sehingga menimbulkan opini dan kontroversi yang luas. Begitu pula terjadi dengan banyak masalah-masalah sosial, budaya dan lainnya yang berdampak global. Perdebatan maupun komentar balik terhadap tulisan-tulisan yang ada dalam weblog memang biasa dilakukan. Hal tersebut terjadi karena memang sebuah weblog dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan blogger untuk menjalin interaktifitas dengan pengunjungnya, baik hanya untuk sekedar menyapa, berkenalan, memberi tanggapan atau respon terhadap tulisan yang dipublikasikan di weblog dan sebagainya. Interaktifitas merupakan salah satu faktor yang menunjang kepopuleran weblog saat ini. Para blogger biasanya melengkapi weblognya dengan berbagai fasilitas tambahan untuk menjalin interaktifitas dengan pengunjungnya. Fasilitas-fasilitas tersebut juga dapat diaplikasikan dengan praktis dan tidak terlalu rumit. Kebebasan, kespesifikasian, keinteraktifan dan kemudahan weblog membuatnya menjadi media massa masa kini yang semakin digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Cameron barret menyatakan weblog adalah budaya digital yang eksistensinya semakin diperhitungkan karena mempunyai peran yang cukup signifikan sebagai perintis bentuk media jurnalisme baru. Bisa jadi, dalam perkembangannya nanti, weblog akan menjadi media massa yang akan menggantikan media-media massa yang mainstream saat ini
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||